POJOKSATU.ID - Pelaksanaan program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 di Kabupaten Tuban menunjukkan tren perkembangan yang menggembirakan setelah memasuki bulan keempat masa pembelajaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penilaian positif terhadap capaian program ini saat menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Tuban pada Jumat (6/2/2026).
Program ini dipandang sebagai miniatur strategi pengentasan kemiskinan yang digagas oleh Presiden Prabowo.
Fokusnya tidak hanya terbatas pada pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi bagi para orang tua siswa.
Baca Juga: Gus Ipul Dorong Pemutakhiran DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi di Dearah ini!
Indikator keberhasilan program mulai terlihat pada perubahan perilaku dan peningkatan rasa percaya diri para peserta didik.
Dalam kurun waktu empat bulan, para siswa menunjukkan kedisiplinan yang lebih baik serta keberanian dalam menyampaikan pendapat.
Kesuksesan program ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tuban.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Tuban telah menyiapkan lahan seluas 5 hingga 7 hektare di Desa Mondokan untuk pembangunan fasilitas sekolah permanen.
Baca Juga: Bansos Tak Kunjung Cair? Ternyata Anda Bisa Daftar dan Koreksi Data Sendiri!
Proses pembangunan saat ini sudah memasuki tahap pengurukan lahan.
Infrastruktur pendidikan ini direncanakan mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Hal tersebut untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan target operasional penuh pada tahun 2027 mendatang.
Melalui integrasi antara pendidikan anak dan pemberdayaan orang tua.
Pemerintah berharap keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 DTSEN dapat bertransformasi menjadi keluarga yang lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi di masa depan.***




