POJOKSATU.id, BANGKALAN— Sekdis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), ditemukan tewas di mobil di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim, Rabu (24/6).
Sejumlah fakta terungkap mulai aktivitas terakhir korban, rekaman CCTV, dan hasil visum dari ASN Pemkab Bangkalan ini.
Keluarga korban menduga Ruly sengaja dibunuh di tempat lain dan dibawa ke parkiran bandara.
Kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya, menyebutkan mobil dinas itu dikemudikan seorang pria bermasker, bukan Ruly.
Baca Juga: Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Mayjen Ketut Sampaikan Arahan Menhan, Gandeng Kemenkes
Kuasa hukum keluarga menduga Ruly telah tewas sebelum mobil memasuki kawasan bandara Juanda atau dibunuh di lokasi lain.
"Kami memiliki dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului penyidik dari kepolisian," kata Risang, Sabtu (27/6/2026).
Keluarga juga mengaku tidak mengenali sosok pria yang terekam di CCTV tersebut.
Dia mengatakan Ruly keluar rumah pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, keluarga mengira ia berangkat bekerja seperti biasa.
Baca Juga: KDM Ingin Pembatik hingga Penganyam Digaji untuk Mengajar, Regenerasi Budaya Jabar Jadi Prioritas
Pada malam harinya, Ruly masih sempat melakukan video call dengan anak semata wayangnya.
Dalam percakapan itu, ia mengaku sedang berada di Malang dan sempat membagikan lokasi di sebuah toko buah di kawasan Pujon.
Ruly juga berpesan agar anaknya sementara tinggal bersama neneknya karena berencana pulang pada Sabtu.
Selain dengan anaknya, korban juga sempat melakukan video call dengan adiknya untuk membahas pakaian yang akan dikenakan saat wisuda.
Komunikasi itu menjadi percakapan terakhir sebelum keluarga kehilangan kontak dengannya.
Beberapa hari kemudian, Ruly ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda.
Penyelidikan kemudian mengarah pada rekaman CCTV yang memperlihatkan mobil dinas tersebut memasuki area bandara pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB atau empat hari sebelum jasad korban ditemukan di parkiran bandara Juanda.***




