POJOKSATU.ID- Hari ini tanggal 24 April diperingati sebagai Hari Transportasi Nasional di Indonesia. Ternyata, ada sejarah panjang yang menjadi landasan peringatan tersebut, termasuk pengesahan undang-undang penting dan transformasi dramatis dalam sistem transportasi Indonesia.
Sejarah transportasi nasional tidak bisa dilepaskan dari perkembangan DAMRI. Sebelum transportasi berkembang menjadi berbagai moda kendaraan, DAMRI merupakan pelopor angkutan darat di Indonesia.
Mengapa 24 April Diperingati sebagai Hari Transportasi Nasional?
Setiap tanggal 24 April, Indonesia memperingati Hari Transportasi Nasional (atau Hari Perhubungan Nasional disingkat Harbubnas).
Baca Juga: Dokter Tifa Tanggapi Pelaporan Dirinya Soal Ijazah Jokowi, Baguslah Mau Saya Tagih Janjinya dan UGM
Tanggal ini dipilih karena pada 24 April 1992, pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perhubungan, yang menjadi landasan hukum pengembangan sistem transportasi terpadu di Indonesia.
Undang-undang tersebut mengatur transportasi darat, laut, dan udara dengan prinsip keselamatan, kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Harbubnas kemudian menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi umum dalam mendukung mobilitas penduduk dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejarah Transportasi Nasional
Jauh sebelum DAMRI yang kita kenal saat ini, sejarah transportasi nasional sebenarnya sudah dimulai pada tahun 1943 saat masa pendudukan Jepang.
Baca Juga: Sosok Muhammad Nastain, Dosen Asal Semarang yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Sleman
Saat itu, berdiri dua lembaga transportasi yang menjadi cikal bakal DAMRI, yaitu Jawa Unyu Zidousha yang mengurus angkutan barang dan Zidousha Sokyoku yang bertanggung jawab atas angkutan penumpang.
Pada masa itu, armada utama transportasi masih sederhana, menggunakan Cikar (gerobak yang ditarik oleh dua ekor sapi). Meskipun sederhana, Cikar menjadi tulang punggung penting dalam sistem angkutan barang dan penumpang di masa-masa sulit tersebut.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945, kedua lembaga transportasi peninggalan Jepang tersebut mengalami transformasi menjadi Djawatan Pengangkoetan dan Djawatan Angkoetan Darat.
Kemudian pada tahun 1946, keduanya digabung menjadi Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (DAMRI).
Sejak saat itu, DAMRI mulai menggunakan kendaraan bermotor untuk melayani kebutuhan transportasi umum masyarakat Indonesia. Ini menjadi langkah awal modernisasi dalam sistem transportasi nasional kita.
Perjalanan DAMRI terus berlanjut dan mengalami berbagai perubahan status. Pada tahun 1961, berdasarkan PP No. 233 Tahun 1961, DAMRI resmi menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUN).
Kemudian pada tahun 2002, statusnya kembali berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) sesuai dengan PP No. 31 Tahun 2002.
Hingga saat ini, DAMRI sebagai BUMN terus melakukan inovasi dengan menyediakan berbagai layanan transportasi seperti bus kota dan antarkota, shuttle bandara, dan yang terbaru adalah bus listrik ramah lingkungan.
Baca Juga: Hamzah Sulaiman, Pemilik Butik dan Restoran House of Raminten, Tutup Usia
Transformasi ini menunjukkan komitmen DAMRI dalam mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Demikianlah perkembangan transportasi nasional yang tidak lepas dari peran dan perkembangan DAMRI sebagai pelopor angkutan umum khususnya jalan raya.
Peringatan Hari Transportasi Nasional bukan sekadar seremonial belaka, melainkan juga menjadi pengingat akan pentingnya transportasi umum yang terjangkau dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, ini juga menjadi momen untuk mendorong inovasi berkelanjutan, seperti yang telah dibuktikan dengan angkutan umum kini telah menggunakan kendaraan listrik.
Dukungan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum juga menjadi faktor krusial untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar.
Baca Juga: Jadwal Final Four Proliga 2025 HARI INI di Semarang, Samator, LavAni hingga Popsivo Berlaga,
Dari era gerobak sapi hingga era bus listrik, angkutan umum saat ini telah menjadi bukti nyata perkembangan transportasi nasional.
Perjalanan panjang ini menunjukkan betapa transportasi nasional terus berkembang demi melayani kebutuhan rakyat Indonesia.
Hari Transportasi Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 April merupakan bentuk penghargaan bagi seluruh insan perhubungan dan sejarah panjang transportasi Indonesia.
Mari bersama-sama mendukung transportasi umum untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju!
Dengan beralih ke transportasi umum, kita tidak hanya membantu mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.***



