POJOKSATU.id - Biskuit Khong Guan bisa dipastikan selalu jadi salah satu sajian yang ada saat Idul Fitri atau lebaran.

Tapi tahukah Anda bahwa biskuit yang kini melegenda ini bermula dari alat pembuat biskuit bekas dan rusak?

Khong Guan diciptakan oleh kakak adik Chew Choo Keng dan Chew Choo Han yang merupakan imigran asal Fujian, Tiongkok.

Pada 1935 silam, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han memutuskan merantau ke Singapura.

Saat itu keduanya bekerja di sebuah pabrik biskuit di Singapura untuk menghidupi keluarganya di kampung halaman.

Sayangnya, baru 5 tahun bekerja, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han terpaksa keluar.

Itu setelah Jepang melakuan invasi ke Singapura yang membuat negara tersebut menjadi kacau.

Kondisi itu memaksa Keng dan Han akhirnya memutuskan mengungsi ke Perak, Malaysia.

Berbekal kemampuan membuat biskuit yang sudah dimiliki, keduanya memutuskan memproduksi sendiri biskuit buatan mereka. Ternyata biskuit yang mereka produksi banyak diminati.

Sayangnya, upaya Keng dan Han mendirikan pabrik biskuit di Perak, Malaysia, terkendal habisnya tepung dan gula.

Impian mendirikan dan memiliki pabrik biskuit pun sirna sampai memaksa keduanya beralih pekerjaan dengan berjualan garam dan sabun.

Namun kegigihan dua bersaudara ini sama sekali tak padam dan memutuskan kembali ke Singapura setelah Jepang angkat kaki dari Singapura pada 1945.

Di negeri Singa itu, Keng dan Han memulai kembali usaha memproduksi dan memasarkan sendiri biskuit bikinan mereka.

Dan, semua itu berubah drastis menjadi keberuntungan setelah Chew Choo Han menemukan mesin pembuat biskuit bekas dan rusak dari tempatnya bekerja sebelumnya.

Mesin pembuat biskuit itu rusak akibat perang yang terjadi di Singapura.

Akan tetapi, kedua bersaudara ini memilih memperbaiki dan memodifikasi sendiri mesin bekas dan rusak yang awalnya manual menjadi semi otomatis.

Caranya, dengan menambahkan rantai sepeda sehingga produksi biskuit menjadi lebih cepat.

Mesin ini menggerakkan sistem konveyor melalui oven bata yang telah diakali sedemikian rupa.

Dalam waktu 2 tahun saja, atau tepatnya pada 1947, produksi biskuit milik dua bersaudara ini berkembang sangat pesat sampai akhirnya bisa mendirikan Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Limited.

Itu adalah perusahaan dan pabrik biskuit pertama yang didirikan Keng dan Han yang berlokasi di 18 Howard Road.

Biskuit Khong Guan kemudian mulai meluas bukan saja dijual di Singapura, melainkan ke beberapa negara lainnya.

Sampai akhirnya sekitar 1980-an, keduanya memperluas sayap pabrik dan perusahaan biskuit Khong Guan ke sejumlah negara.

Yakni dengan mendirikan pabrik dan perusahaan serupa di Malaysia, Thailand, serta beberapa kota di pesisir Tiongkok, negera tempat mereka dilahirkan.

Tidak hanya di Asia, biskuit Khong Guan juga sudah mulai merambah negara di Timur Tengah, Hong Kong, Jepang, Australia, Eropa sampai Amerika Serikat.

Di era keemasan ini, biskuit legenda ini bisa ditemukan di sepermarket-supermarket di lebih dari 40 negara di dunia.

Uniknya, semua pabrik yang memproduksi Khong Guan itu menggunakan alat dan mesin yang mereka kembangkan sendiri.

 

Sejarah Khong Guan di Indonesia


Di Indonesia, Khong Guan dirintis 3 orang yakni Ong Kong Ie, Kwee Boen Thwie (Hidayat Darmono) dan Go Swie Kie (Dasuki Angkosubroto) pada 6 September 1956.

Tapi awalnya, namanya bukan Khong Guan melainkan NV Giok San Kongsie yang hanya mengimpor biskuit Khong Guan dari Singapura.

Pada 1969, Ira Susanti dan Hartono Kweefanus masuk dalam kepemilikan perusahaan.

Dilanjurkan pada 1971 dimulai produksi biskuit Khong Guan dalam negeri di Surabaya, Jawa Timur.

Pada Juni 1972 NV Giok San Kongsie resmi berganti nama menjadi PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia dan pada 2 Maret 1976 nama perusahaan menjadi namanya saat ini.

Bisnis keluarga ini kemudian berkembang dengan pendirian perusahaan lainnya, yaitu PT Nissin Biscuit Indonesia (1975), PT Monde Mahkota Biscuit dan PT Jaya Abadi Corak Biscuit Indonesia (1983), serta PT Serena Indopangan Industri (1991).

Ditambah dengan dua pabrik PT Khong Guan yang ada di Ciracas (Jakarta) dan Cibinong (Jawa Barat).

Dengan demikian, Khong Guan Group sudah memiliki total 6 pabrik di Indonesia yang memproduksi merk produk masing-masing.

Sementara biskuit Khong Guan dengan kemasan kaleng kotak dan gambar khas-nya itu diproduksi di beberapa pabrik karena peminatnya yang sangat tinggi di tanah air.

Hingga kini Khong Guan Group masih ditangani dan dimiliki keluarga Hidayat Darmono.

Editor: Guruh