POJOKSATU.id, JAKARTA-- Patung Jenderal Soedirman yang berlokasi di Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo menjadi satu-satunya patung pahlawan asing di Negara Sakura.
Sejarah berdirinya patung Jenderal Soedirman bermula pada masa pemerintahan SBY tahun 2010 lalu yang dilandasi untuk mempererat hubungan kedua negara yang kemudian ditangkap idenya oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat itu.
Setelah dikonsultasikan dan dilobi dengan Jepang, akhirnya Jepang menyetujui hal tersebut di belakang layar.
Dan pada tanggal 14 Januari 2011, Menteri Pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro selama kurang lebih satu jam.
Baca Juga: Peristiwa Bersejarah di Rengasdengklok Pada 16 Agustus 1945
Menurut Menteri Pertahanan Kitazawa, Indonesia bukan hanya kekuatan besar di kawasan ini tetapi juga sebagai Ketua ASEAN tahun 2011.
Jepang sepakat akan memperkuat kerja sama keamanan dengan negara lain, khususnya Indonesia dan menyatakan ingin lebih mengembangkan dan memperkuat kerja sama dengan Indonesia.
Setelah rapat tersebut dengan resmi patung Jenderal Soedirman berdiri di halaman Kementerian Pertahanan Jepang atau sejak 14 Januari 2011.
Menteri Pertahanan Purnomo menyumbangkan patung Jenderal Sudirman, pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia yang menerima pendidikan dan pelatihan Jepang.
Baca Juga: Kapolsek Beberkan Tipu Muslihat Kepala Minimarket Rawalumbu di Balik Perampokan
Pendirian patung Jenderal Sudirman ini melambangkan kemajuan kerja sama dan pertukaran pertahanan Jepang-Indonesia.
Sejak 14 Januari 2011, secara resmi Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo memutuskan untuk menempatkan patung Sang Jenderal Besar di taman belakang kantor.
Patung ini terbuat dari perunggu dengan tinggi sekitar empat meter dan menjadi satu-satunya patung pahlawan asing yang dipajang di Jepang dan sangat dihormati Jepang.
Sudirman Figur Penting bagi Jepang
Meski sudah ada sejak tahun 2011, namun keberadaan sosok pahlawan asing yang disegani ini baru diketahui masyarakat sejak tahun 2015.
Atau bahkan hingga saat ini belum banyak yang mengetahui bahwa Sang Jenderal berdiri gagah di sana.
Pada tahun 2015 silam, Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, mendapat undangan resmi untuk meletakkan karangan bunga di patung Jenderal Soedirman.
Kala itu, ketua panitia pelaksana upacara, Fujii Gemki, menyebutkan bahwa Jenderal Soedirman merupakan figur penting.
Tidak hanya figur penting dalam sejarah Indonesia, melainkan sejarah Indonesia-Jepang. Terutama melalui tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk Jepang. Dan Soedirman kala itu tergabung dalam pasukan prajurit itu.
Menurut Fujii, Soedirman menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan kedua negara.
Banyak kontak yang terjadi antara Jepang dengan Soedirman. Bagi Soedirman, PETA adalah tempat dimana ia mengawali karirnya sebagai salah satu jenderal sekaligus tentara yang sangat piawai.
Awalnya, PETA merupakan tentara sukarelawan yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang saat menguasai bangsa Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945.
Pembentukan PETA memang diawali dengan tugas untuk membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur raya.
Kala itu Soedirman ditunjuk langsung oleh Jepang sebagai komandan dan bertugas merekrut banyak anak muda di daerahnya untuk bergabung dengan PETA.
Soedirman dan anak pribumi lain dilatih Jepang untuk bisa berperang, dengan harapan awal, mampu berperang dan menghalau tentara Sekutu yang mulai gencar memburu Jepang di mana saja mereka berada.
Sempat terjadi pergolakan tentara PETA karena sikap Jepang yang mempekerjakan secara paksa masyarakat Indonesia.
Pemberontakan itu bahkan sempat membunuh satu orang Jepang di bawah tangan tentara PETA.
Di sini lah peran Jenderal Soedirman dianggap penting. Setelah mengetahui hal tersebut, Soedirman mengusahakan kepada pihak Jepang agar anak buahnya tidak dibunuh sebagai syarat pemberontakan akan dihentikan.
Awalnya Jepang menyetujui hal itu, meski akhirnya seolah ada pengkhianatan karena Soedirman dan beberapa anak buahnya dikirim ke camp konsentrasi dan dipekerjakan secara kasar.
Bagi Indonesia, momen itulah yang membuat Soedirman dikenal dan sampai akhirnya dipercaya oleh Presiden Soekarno sehingga diangkat menjadi jenderal terpercaya di Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Hingga sekarang sosok Soedirman selalu dikenang sebagai Jenderal paling disegani di Indonesia.***




