POJOKSATU.ID - Sehari setelah peristiwa ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta, suasana sekolah yang berlokasi di Kompleks Kodamar TNI AL, masih tampak mencekam.

Hingga Sabtu (8/11/2025), aparat keamanan dari POM TNI AL bersama personel Polda Metro Jaya masih berjaga di sekitar area sekolah.

Penjagaan ketat dilakukan sejak Jumat sore untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan dan seluruh area sekolah aman sebelum dibuka kembali.

Baca Juga: Hore! Banyak Guru Lulus PPG Tahap 2, Tapi Sertifikat Pendidik Belum Muncul? Ini Penjelasannya

Pihak sekolah masih menutup total akses keluar-masuk, termasuk bagi wartawan dan warga sekitar.


Sekolah Ditutup dan Dijaga Ketat

Pantauan di lapangan menunjukkan pagar utama SMAN 72 ditutup rapat dengan garis polisi terpasang di sekitar gerbang dan halaman sekolah.

Beberapa petugas berpakaian militer terlihat melakukan patroli keliling area sekolah.

Sementara tim forensik Polri masih melakukan pengumpulan bukti di lokasi kejadian, termasuk di area masjid tempat ledakan terjadi.

Baca Juga: Jumlah PPPK di Sumsel Tembus 50 Persen ASN, Ribuan Honorer Masih Menunggu

Kegiatan belajar mengajar pun dihentikan sementara waktu oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Para guru dan siswa diminta tetap berada di rumah hingga proses penyelidikan dan sterilisasi selesai dilakukan.


Tim Forensik dan Densus 88 Masih Olah TKP

Hingga Sabtu siang, tim Densus 88 Antiteror Polri dan Puslabfor Mabes Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.

Baca Juga: Aiptu Asep Saiful, Anggota Polsek Klari yang Mengabdi dengan Hati

Beberapa barang bukti berupa potongan logam, kabel, serta serpihan plastik telah dikumpulkan dan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.

Densus 88 memastikan senjata api yang sempat ditemukan di lokasi hanyalah mainan replika, bukan senjata sungguhan seperti yang ramai diberitakan sebelumnya.

Kepastian ini diharapkan dapat menenangkan publik dan mencegah penyebaran isu liar.


Situasi di Sekitar Sekolah Lengang dan Dijaga Ketat

Sabtu pagi, suasana di sekitar kompleks Kodamar berbeda dari biasanya. Jalanan di depan sekolah yang biasanya ramai oleh siswa dan pedagang kini sepi.

Baca Juga: Mutasi Pejabat Daerah, Antara Penyegaran Instansi atau Ajang Transaksi Kekuasaan?

Hanya beberapa aparat, relawan PMI, dan petugas keamanan kompleks yang terlihat hilir-mudik.

Beberapa orang tua siswa tampak datang untuk menanyakan kondisi sekolah dan meminta kepastian kapan kegiatan belajar akan dimulai kembali.

Menurut keterangan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sekolah akan dibuka kembali paling cepat pekan depan, tergantung hasil sterilisasi dan rekomendasi keamanan dari pihak kepolisian serta TNI AL.


Dinas Pendidikan DKI dan Pemprov Pantau Langsung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung dan Kepala Dinas Pendidikan telah meninjau langsung kondisi sekolah.

Baca Juga: Setelah Pengumuman PPG Guru 2025, Apa Arti Proses Verifikasi? Begini Tahapan Selanjutnya

Mereka memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan transparan.

Pemprov juga menugaskan tim psikolog sekolah dan tenaga konselor untuk mendampingi siswa yang mengalami trauma.

Rencananya, kegiatan belajar sementara akan dilakukan secara daring agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran tanpa harus datang ke sekolah.


Reaksi Warga dan Dukungan Komunitas

Warga sekitar menyebut penjagaan ketat yang dilakukan oleh POM TNI AL dan polisi membuat mereka merasa lebih aman, meski masih trauma dengan dentuman keras yang terjadi sehari sebelumnya.

Baca Juga: Biaya Kuliah Farmasi di PTN, Pilihan Populer Buat yang Mau Kerja di Dunia Kesehatan, Begini Cara Atur Biayanya

Selain aparat keamanan, relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan BPBD DKI Jakarta juga turut membantu proses pembersihan area sekolah dan distribusi logistik bagi petugas yang berjaga.

Sejumlah alumni SMAN 72 Jakarta juga menggelar kampanye solidaritas dengan tagar #DoaUntukSMAN72, mengajak publik mendoakan kesembuhan korban dan keselamatan seluruh warga sekolah.

Sehari pasca-ledakan, SMAN 72 Jakarta masih diselimuti keheningan dan penjagaan ketat.

Aparat keamanan, baik dari POM TNI AL maupun kepolisian, memastikan situasi benar-benar aman sebelum aktivitas belajar dimulai kembali.

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Semua Biaya Pengobatan Korban Ditanggung Pemprov DKI pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta

Pemerintah daerah dan aparat bekerja sama menelusuri sumber ledakan, memulihkan kondisi sekolah, serta memberikan dukungan penuh kepada siswa dan keluarga yang terdampak.

Ketenangan di lingkungan pendidikan kini menjadi prioritas utama.

Publik berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua sekolah di Jakarta untuk memperkuat sistem keamanan dan pencegahan dini.***