POJOKSATU.id, CIANJUR – Di balik kesadisan pembunuhan berantai di Cianjur dan Bekasi, Wowon atau Wawan (60) dan Duloh (63) ternyata sehari-hari bekerja jualan buah-buahan dan cincau.
Di lingkungan rumah kontrakannya di Kampung Babakan Mande, Wowon mengaku sebagai dalang. Namun, Wowon dikenal warga sebagai penjual buah-buahan.
Wowon berasal dari Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Diketahui, saat datang ke Cianjur, dia menikah dengan Iis (40) pada 2005. Dari pernikahan itu, Iis dan Wowon dikaruniai 3 orang anak.
Dedi Setiadi, Ketua RW 2 Kampung Babakan Mande, mengungkap dirinya kerap bertemu Wowon.
Baca Juga :
Ternyata 1 Anak Wowon si Penjagal Lolos dari Pembunuhan Berencana Bekasi Berkat Firasat Ini
"Sosoknya baik, tidak ada yang mencurigakan. Dengan saya juga sering saling sapa, apalagi kan saya satu kampung dengan dia di Bandung Barat. Kalau di sini sering ngobrol saat di masjid setelah salat," kata dia.
"Tidak ada gelagat yang mengarah ke ilmu spiritual atau buka praktik perdukunan," tambahnya.
Terkait pekerjaan, Dedi mengaku hanya tahu bahwa sebelumnya Wowon sempat jualan buah-buahan di daerah Kecamatan Cibeber.
"Kalau Solihin jualan es cincau, sedangkan Wowon jualan buah-buahan," tuturnya.
Duloh Biasa Saja
Sementara itu, Duloh alias Solihin diketahui berprofesi sebagai tukang cincau yang kerap berdagang di SDN Ciketing Udik 3, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang bakso bernama Udin yang juga kerap berdagang di depan SD tersebut.
“Orangnya mah biasa-biasa aja. Nggak yang gimana-gimana gitu enggak,” ujar Udin, Sabtu (21/1/2023).
Setelah mengetahui bahwa Duloh merupakan tersangka kasus pembunuhan berantai, ia mengaku tak menyangka dan kaget mengetahui hal tersebut. (ikror/pojoksatu)




