POJOKSATU.id - Ahmad Sahroni, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bagikan kisah penjarahan rumahnya beberapa waktu lalu.

Muncul di publik pertama kali setelah rumahnya dijarah, Ahmad Sahroni mengungkap kekecewaan pada rakyat yang marah terhadapnya.

Ahmad Sahroni bahkan tak terima ketika ada rakyat yang menyebut hartanya merupakan uang rakyat hasil bayar pajak.

Dengan tegas, Ahmad Sahroni menyebutkan bahwa rumah yang ia tempati dan akhirnya dijarah bukanlah uang rakyat.

Baca Juga: Bripda Waldi Polres Tebo Diduga Pembunuh Berdarah Dingin, Habisi Dosen Erni Yuniati Lalu Pel Darahnya

"Saya alhamdulillah tidak korupsi," tegas Ahmad Sahroni pada video yang beredar di media sosial.

Tak terima rumahnya disebut hasil bayar pajak rakyat, Sahroni pun menyentil kemarahan rakyat.

"Yakin, yang teriak boro-boro bayar pajak," tegasnya disambut tawa tamu di ruang publik tersebut.

Sahroni menambahkan bahwa mereka yang teriak bubarkan DPR dan merasa marah padanya, ujung-ujungnya pasti menunggu bantuan pemerintah.

Tak sampai di situ, Sahroni kemudian mengungkap keheranannya pada sikap para penjarah rumahnya.

Baca Juga: Belum Dibuka Resmi, BKN Bocorkan Sinyal CPNS 2026 Bakal Hadirkan 400 Ribu Formasi ASN Baru

Karena saat penjarahan, semua benda di rumahnya diambil, termasuk foto keluarga.

Ia mempertanyakan untuk apa foto keluarganya diambil saat penjarahan tersebut.

"Oke barang lain diambil lah, ini foto keluarga diambil, buat apa coba?" tanya Sahroni heran.

Penjarahan rumah Ahmad Sahroni

Saat publik panas dengan digelarnya demo untuk bubarkan DPR, rumah Ahmad Sahroni ikut sasaran.

Rakyat yang memang sudah marah pada DPR, ditambah geram dengan pernyataan Sahroni yang dinilai menyepelekan keberadaan rakyat.

Bukan hanya Ahmad Sahroni, anggota DPR Lain seperti Uya Kuya juga ikut dijarah.

Saat penjarahan berlangsung, Ahmad Sahroni mengaku berdiam diri di kamar mandi rumah selama berjam-jam untuk menghindari kemarahan warga.***