POJOKSATU.ID - Program Makan Begizi Gratis (MBG) memang kerap menjadi sorotan publik.
Terbaru, publik menyoroti pernyataan menteri di Kabinet Merah Putih yang mengatakan MBG lebih penting dan mendesak ketimbang lapangan pekerjaan.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, pada 22 April 2025, lalu.
Baca Juga: HOREEE, 1.261 PPPK Madina Hasil Seleksi 2024 Terima SK Pengangkatan, Guru 581 Orang
"Jadi, kalau ada orang mengatakan kenapa musti kasih makan? Kenapa tidak kasih pekerjaan saja? Tidak akan tercapai untuk mengatasi persoalan (kekurangan gizi)," tutur Rachmat.
Menurut Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal Ferry Latuhihin, pernyataan Menteri PPN/Bappenas ini dinilai salah dalam konteks logika berpikir.
Dalam kesempatan berbeda, Ferry menyebut lapangan pekerjaan bagi warga RI justru lebih penting ketimbang program MBG.
Baca Juga: Syarat Lengkap UKKJ 2025: Persiapkan DIRI, Ini yang Harus DIPENUHI Peserta
"Itu berawal dari Menteri Bappenas kita, Pak Rachmat Pambudy, yang menyatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan pekerjaan," tutur Ferry dalam siniar YouTube Rhenald Kasali yang dilihat pada Senin (28/4/2025).
Ferry menyoroti latar pendidikan sang menteri usai memberikan pernyataan tersebut.
Kemudian, Ferry menilai lapangan kerja lebih diutamakan bagi negara manapun di seluruh dunia.
"Nah ini saya bingung sekolahnya di mana, dengan berani mengatakan program makan bergizi gratis lebih penting ketimbang lapangan kerja," tegasnya.
"Sedangkan kita tahu, di mana pun juga, di negara manapun, yang namanya pemerintahan, fokusnya adalah menciptakan lapangan kerja," tungkas Ferry.***




