POJOKSATU.id, JAKARTA-- Sebulan jelang lengser dari kursi Presiden RI, ternyata Jokowi masih mau melakukan reshuffle kabinet dari unsur PDIP dalam hal ini Pramono Anung dan Tri Rismaharini.
Kedua menteri di kabinet Jokowi ini akan maju di Pilkada Serentak 2024. Dimana Pramono Anung maju di Jakarta dan Tri Rismaharini maju di Jawa Timur.
Kemungkinan reshuffle kabinet ini tak ditampik Presiden Joko Widodo saat ditanya di sela-sela kunjungan kerjanya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/9/2024).
Pertanyaan mengenai kemungkinan reshuffle dilontarkan kepada Jokowi, lantaran dua menteri yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pramono Anung dan Tri Rismaharini mencalonkan kepala daerah.
"Iya, bisa (dilakukan reshuffle kebinet Indonesia Maju)," ujar Jokowi.
Pramono Anung yang menjabat Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) maju pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Sedangkan, Tri Rismaharini menikuti kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur.
Diketahui, Presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo -Gibran akan diambil sumpah sebagai presiden dan wakil presiden RI pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Berdasarkan Pasal 428 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, presiden dan wakil presiden terpilih harus bersumpah menurut agama di hadapan sidang paripurna MPR.
"Presiden dan wakil presiden terpilih bersumpah menurut agamanya, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden," bunyi Pasal 428 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017.
Sejarah pelantikan presiden dan wakil presiden tiap tanggal 20 Oktober bermula dari pelantikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden dan wakil presiden. ***




