POJOKSATU.id, JAKARTA — Pembunuhan berantai Bekasi Cianjur ternyata punya skenario sebelum korban dihabisi. Salah satu skenario yang dibongkar polisi pada kematian Ai Maemunah dan 2 anaknya.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pada pembunuhan di Bekasi, salah satu skenarionya yaitu Dede Solehudin pura-pura ikut minum kopi yang sudah berisi racun.
Namun pada pembunuhan yang lain yang sebelum-sebelumnya, polisi masih melakukan penyelidikan soal skenarionya.
Untuk skenario pembunuhan 3 orang di rumah kontrakan di daerah Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (12/1/2023) adalah minum kopi berisi pestisida.
Baca Juga :
Sehari-hari, Wowon dan Duloh si Penjagal Cianjur Bekerja Berjualan Cincau dan Buah-buahan
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, salah satu korban selamat, bernama Dede Solehudin (35), telah ditetapkan tersangka karena terlibat dalam skenario pembunuhan.
“Itu skenario. Dia minumnya sedikit,” kata Kombes Hengki di Cianjur, Jumat (20/1/2023).
Disebutkan Hengki, dalam komplotan pembunuh berantai ini, tersangka Dede berperan sebagai penghimpun uang dari para korban.
“Sejauh ini aliran dana yang telah dikumpulkan kurang lebih Rp 1 miliar,” ungkap dia.
Para korban diiming-imingi keuntungan berlipat jika menyetor sejumlah uang kepada komplotan pembunuh berantai ini.
Selain itu, Dede dalam skenario pembunuhan berantai ini juga bertindak sebagai penggali makam para korban. Hingga kini korban skenario pembunuhan berantai Bekasi Cianjur ini berjumlah 9 orang. (ikror/pojoksatu)




