POJOKSATU.id, JAKARTA -- Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce mengungkap Rochmad Bagus Apriyatna (41) dan Angelina Nathania (21) sempat menginap bersama di apartemen sebelum kejadian pembunuhan.
Rochmad Bagus Apriyatna alias Roy merupakan mantan guru private musik Angelina sewaktu SMA. Sementara Angelina merupakan mahasiwa Universitas Surabaya (Ubaya).
Mayat Angelina dimasukkan ke dalam koper lalu dibuang di Hutan Raden Soerjo, Gajah Mungkur, Kecamatan Pacet, Mojokerto.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (9/6) mengungkap bahwa motif pembunuhan ini terkait sakit hati karena ucapan korban.
Baca Juga :
Tak Terima Disebut Pacaran, Ayah Beberkan Bukti Pembunuhan Berencana Angeline Natalia
Namun Kapolres tak menjabarkan kalimat seperti apa yang dinilai bernada menghina dan membuat sakit hati pelaku ini.
Selain itu, Rochmad juga ingin menguasai harta korban dengan menggadaikan berupa smartphone dan juga mobil Mitsubishi Xpander yang dibawa oleh Angeline.
Dari pengakuan tersangka, ia membutuhkan sejumlah uang segera untuk modal usaha di Pacitan, Jawa Timur.
Rochmad dan Angeline sudah mengenal sejak 5 tahun lalu atau sejak 2017 dengan hubungan guru musik privat dan muridnya.
Namun, hubungan mereka kemudian menjadi lebih dekat, lebih dari guru-murid.
Rochmad merupakan guru musik Angeline yang telah beristri.
Menurut polisi, semula Rochmad belum bermaksud membunuh Angeline. Namun, dia ingin menggadaikan mobil Angeline untuk modal usaha di Pacitan.
Royce menjelaskan, pembunuhan ini berawal saat Angeline akan berangkat ke kampus pada Rabu, 3 Mei 2023. Sebelum menuju kampus, korban sempat menjemput Rochmad di rumahnya.
Setelah itu, mobil korban dibawa oleh tersangka Rochmad untuk berkeliling hingga siang hari.
Kemudian Rochmad menjemput Angeline di kampusnya di Universitas Surabaya (Ubaya), sebuah PTS terkemuka, pada sore harinya.
Lalu, keduanya berkeliling mencari makan dan menemui beberapa orang. Saat di perjalanan itu, Rochmad mengatakan bahwa ingin menggadaikan mobil Angeline tersebut.
"Rencananya mobil akan digadaikan karena pelaku kehabisan uang. Pelaku akan membuat usaha di Kota Pacitan sehingga butuh modal," jelas Royce.
Dalam sehari itu atau Rabu itu, mereka berdua tidak pulang ke rumah masing-masing, melainkan malam harinya menginap bersama di sebuah apartemen di Surabaya.
Keesokan harinya pada Kamis (4/5), mereka kembali berkeliling untuk menggadaikan mobil dan terjadilah adu mulut di dalam mobil.
Lalu sekitar pukul 12.30 WIB di sekitar jalan depan Kebun Bibit Kendalsari, mobil Xpander ini berhenti dan keduanya cekcok mulut atau bertengkar.
Karena pertengkaran diketahui oleh warga sekitar karena korban berteriak, akhirnya korban diikat dan dicekik, dibekap mulutnya hingga lemas.
Dan terakhir dengan menggunakan tali kolor pelaku, korban dijerat lehernya hingga meninggal dunia.
Usai membunuh korban, Rochmad berkeliling dengan mobil itu dan kembali ke rumah mertuanya untuk mengambil tas koper serta membeli plastik wrapping di sebuah toko ATK.
Tubuh korban lalu dimasukkan ke koper dan dililit pakai plastik wrapping sebanyak 4 lapis.
Kemudian, Rochmad membawa mayat Angeline yang sudah dimasukkan di dalam koper ke daerah Gajah Mungkur, Pacet, Mojokerto, sekitar pukul 20.00-20.30 WIB.
Dan membuangnya pada Jumat dinihari atau 5 Mei 2023 di jurang tikungan Gajah Mungkur, Pacet.(ikror/pojoksatu)




