POJOKSATU.ID – Belakangan ini kasus Karya Listyanti Pertiwi alias Tiwi (30) pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur, Maluku Utara kian ramai diperbincangkan publik.
Bagaimana tidak, hal ini terjadi lantaran Karya Listyanti Pertiwi ditemukan tewas dalam keadaan tragis.
Yang mana, PNS asal Magelang, Jawa Tengah ini berakhir meninggal dunia usai dibunuh rekan kerjanya, Aditya Hanafi (27).
Baca Juga: Teman Kerja Pegawai BPS Halmahera Timur Karya Listyanti Pertiwi Bagikan Kenangan Semasa Hidup
Sebelum dibunuh, Karya Listyanti Pertiwi diketahui sempat dilecehkan korban di rumah dinas BPS Halmahera Timur.
Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari portal media harian.disway.id pada Rabu (13/9/2025).
Dalam artikelnya, pada Sabtu (19/7/2025) Hanafi nekat melancarkan aksinya dengan masuk ke dalam kamar korban sekitar pukul 05.22 WIT.
Baca Juga: Abraham Samad Hari Ini Bakal Hadir Terkait Kasus Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya
Setibanya di dalam kamar, Tiwi yang mengetahui keberadaan pelaku sontak terkejut melihat kekasih A (26), rekan kerjanya.
Dengan taktis, Hanafi langsung membekap korban, mendudukinya di ranjang dan mengikat tangannya.
Tidak langsung dibunuh, pelaku justru memanfaatkan momen tersebut dengan memaksa korban melakukan oral seks.
Baca Juga: Yuk Segera Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Anak SD Usia 7 hingga 12 Tahun!
“Di dalam kamar, Tiwi kaget kedatangan Hanafi. Seketika Hanafi membekap Tiwi dan mendorongnya ke ranjang, tetap dalam posisi dibekap,” jelasnya.
“Hanafi menduduki Tiwi, mengikat tangannyi. Lalu, Hanafi memaksa Tiwi melayani oral seks. Akibatnya, dia tidak bisa teriak,” lanjut laporan.
Setelah usai, Hanafi langsung memaksa Tiwi untuk memberi tahu kode sandi ponsel pribadi miliknya.
Baca Juga: FAKTA SAINS: Begini Proses Laba-laba Membuat Jaring untuk Menangkap Mangsa
Dengan tujuan, agar pelaku mudah meraup uang milik korban yang tersimpan di rekening pribadinya.
Tidak berlangsung lama, uang sebesar Rp38 juta yang tersimpan di rekening Tiwi langsung ditransfer ke e-wallet milik korban sendiri.
Kemudian, dari e-wallet korban, Hanafi melakukan transfer lanjutan ke rekening pribadi miliknya.
Setelah selesai meruap uang tersebut, pelaku langsung membekap wajah Tiwi dengan bantal hingga meninggal dunia. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



