POJOKSATU.id - Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan analisis tajam terkait konflik yang memanas di Timur Tengah, khususnya potensi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam podcast SBY Standpoint, SBY menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi semakin meluas dan menjadi konflik regional yang berbahaya.

Menurutnya, jika Amerika Serikat memutuskan mengirim pasukan darat ke Iran, hasil perang belum tentu berpihak pada Washington.

Baca Juga: Dana Pendidikan Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis, Habiburokhman Sebut 'Itu Sah karena untuk Siswa'

SBY yang memiliki latar belakang militer menegaskan bahwa perang tidak bisa dilihat hanya dari perbandingan kekuatan militer atau teknologi senjata.

“Kalau sampai pasukan darat dimasukkan ke Iran oleh Presiden Trump misalnya, saya belum punya bayangan pasti menang enggak Amerika itu,” ujar SBY dikutip Pojoksatu.id dari YT Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut SBY, Iran memiliki karakter geopolitik dan kekuatan militer yang berbeda dibanding negara lain yang pernah menjadi medan perang Amerika Serikat.

Baca Juga: Kapolri Puji KDM Larang Siswa Bawa Motor ke Sekolah

Ia mengingatkan bahwa pengalaman Amerika di Afghanistan dan Irak menunjukkan bahwa perang tidak selalu berjalan sesuai perhitungan awal.

“Iran itu ya Iran. Iran bukan Afghanistan, bukan Irak,” kata SBY.

SBY menilai jika Amerika Serikat memutuskan menggelar operasi militer darat di Iran, konflik bisa berlangsung lama dan menguras sumber daya besar.

Baca Juga: Kisruh 70 Ribu Pasukan Israel, Benarkah Tanda Dajjal? Felix Siauw Bicara Blak-blakan

“Jangan sampai sudah digelar di sana bertahun-tahun dan tidak ada tanda-tanda untuk menang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kemenangan dalam perang tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau kekuatan senjata. Banyak faktor lain yang mempengaruhi hasil akhir sebuah peperangan.

“Perang itu art and science, seni dan ilmu,” jelas SBY.

Menurutnya, faktor seperti strategi militer, kondisi medan perang, kepemimpinan pasukan hingga dukungan rakyat sangat menentukan jalannya konflik.

Baca Juga: Dana Pendidikan Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis, Habiburokhman Sebut 'Itu Sah karena untuk Siswa'

SBY juga mengingatkan bahwa tentara tidak akan berperang tanpa keyakinan terhadap tujuan yang diperjuangkan.

“Soldiers will not fight and die unless they know what they fight and die for,” ungkapnya.

Karena itu, SBY menegaskan bahwa perang seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah semua jalur diplomasi tidak berhasil ditempuh.***