POJOKSATU.ID- Ayah Sultan Rif'at Alfatih, Fatih, yang menjadi korban kecelakaan akibat kabel fiber optik milik Bali Tower tak kuasa menahan kesedihan atas peristiwa pilu yang menimpa putranya.

Fatih menyayangkan sikap PT Bali Towerindo Tbk, yang terkesan sepihak dalam menyelesaikan insiden yang menimpa anaknya. Menurutnya, Bali Tower memang mengirim staf perwakilannya untuk datang ke kediamannya dan membicarakan soal bantuan untuk Sultan.

"Jadi betul mereka mengirim perwakilan tanggal 6 Juni 2022. Ada staf legal juga yang menyampaikan bahwa betul kami yang punya (mengakui), mereka mengaku kabel yang nyangkut itu milik mereka. Lalu menyinggung soal bertanggungjawab dan dijelaskan konsep tanggung jawabnya," kata Fatih di rumahnya Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga: Santri Dukung Ganjar Salurkan Bantuan Tandon Air ke Pondok Pesantren di Kalbar

Pihak perusahaan juga melihat langsung kondisi sang anak, istri dan kakanya Fatih kemudian berdialog. Pihak Bali Tower menyebut siap bertanggung jawab dan mulai melakukan kalkulasi atas biaya pengobatan Sultan yang sudah keluar.

"Pemberian satu kompensasi mereka sampaikan itu pembayarannya seperti apa. Mereka nanya berapa kali anak saya kontrol ke dokter dan satu kali kontrol ke dokter kira kira berapa bayarnya. Tinggal dikalikan nanti dibayar langsung," ujarnya.

Namun, penjelasan dari pihak perusahaan dinilai tak memberi solusi untuk Sultan. Fatih menyayangkan karena sikap Bali Towerindo menginginkan melalui uang bantuan itu, maka permasalahan itu dianggap selesai.

Baca Juga: Ganjar Sejati Perkuat Potensi Pemasaran dengan Gelar Pelatihan Digital Marketing di Indramayu

Fatih menginginkan agar Bali Tower memerhatikan kondisi Sultan dan memberikan tanggung jawab penuh hingga putranya sembuh dan bisa melanjutkan kehidupan normal seperti sediakala.

"Saya tidak terima, makanya saya tolak, bukan begitu pak caranya. Sejak awal mereka ingin agar saya tak memblow up dan selesai tutup kasusnya. Saya bersedia saat itu, tapi dengan catatan ayo lihat kondisi anak saya kita bicarakan baik-baik lalu solusi dari kalian apa," imbuhnya.

"Saya tidak mau kalau penyelesaian sepihak. Yang saya tuntut adalah jaminan pengobatan sampai sembuh total," kata Fatih.

Baca Juga: LBM PWNU Jabar Haramkan Ekspor Pasir Laut

Untuk itu, Fatih meminta agar insiden yang dialami anaknya diselesaikan dengan pertanggungjawaban dari PT Bali Towerindo Tbk. Dia menuntut agar Bali Tower mengganti seluruh biaya pengobatan yang sudah keluar dan bantuan lanjutan hingga Sultan Fatih sembuh total.

"Sejak awal kecelakaan sampai dengan saat ini saya minta diganti kerugian termasuk immaterial. Lalu bukan hanya sekadar mengakui, mereka juga buat pernyataan resmi dari pihak perusahaan," ujarnya. ***