POJOKSATU.ID - Pemerintah memastikan rehabilitasi sawah milik petani yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara akan dilakukan melalui skema padat karya.

Dalam sistem ini, para petani pemilik lahan mengerjakan sendiri pemulihan sawah mereka dengan upah Rp100.000 per hari yang sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa.

Baca Juga: Berapa Kekayaan Asli Budi Prasetyo? Ini Angka LHKPN Jubir KPK yang Sedang Disorot Publik

Ia menyampaikan hal itu usai berdialog dengan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kamis (15/1/2026).

Menurut Ayahwa, pendekatan padat karya dipilih agar proses pemulihan sawah tidak hanya memperbaiki lahan pertanian, tetapi juga membantu perekonomian petani yang terdampak banjir.

Dengan sistem ini, petani tetap memiliki penghasilan di tengah kondisi sulit pascabencana.

Baca Juga: Minat CPNS Polhut KLHK 2026? Segera Siapkan Berkas dan Syarat Ini

“Sistemnya padat karya. Petani mengerjakan sendiri sawahnya, dengan upah kerja Rp100.000 per hari,” kata Ayahwa, dikuti pojoksatu.id dari kompas.com.

Ia menjelaskan, selain upah tenaga kerja, Kementerian Pertanian RI juga memberikan dukungan penuh berupa penyediaan alat pertanian.

Alat-alat tersebut akan digunakan untuk membersihkan lahan sawah yang tertutup lumpur dan material sisa banjir agar dapat segera kembali ditanami.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Belum Cair Tapi Data Sudah Ditarik, Ini Logika Kebijakan di Baliknya

“Alat pertanian disiapkan oleh Kementerian Pertanian untuk pembersihan lahan pertanian,” ujarnya.

Tak hanya itu, Aceh Utara juga mendapatkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian dalam jumlah besar.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Belum Pulih dari Tekanan Ekonomi, Bencana Sumatra Disebut Cak Imin Bisa Tambah Kemiskinan Nasional 0,49 Persen

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi pupuk Urea sebanyak 200 ton, benih padi mencapai 836 ton, traktor roda dua sebanyak 32 unit, serta traktor roda empat sebanyak 11 unit.

Seluruh bantuan ini diarahkan untuk memastikan proses tanam kembali dapat berjalan optimal.

Ayahwa menegaskan, bantuan tersebut sangat krusial mengingat banyak petani kehilangan waktu tanam akibat banjir.

Baca Juga: Terungkap! Ini Rekam Jejak Budi Prasetyo, Jubir KPK yang Makin Disorot Publik

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan produksi pangan dan pendapatan petani.

Pemerintah daerah, kata dia, siap mengawal proses rehabilitasi sawah agar berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat demi memastikan pemulihan pertanian berjalan cepat dan efektif.

Baca Juga: CPNS Polhut 2026! Syarat Umum dan Fisik yang Wajib Diketahui Pelamar

Dengan skema padat karya ini, pemerintah berharap petani tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pemulihan lahan mereka sendiri.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi warga sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah pascabencana banjir.***