POJOKSATU.id — Satu bulan pascabencana besar yang melanda Sumatera, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membeberkan deretan capaian yang disebut sebagai “hasil konkret” kerja pemerintah.

Dari pemulihan akses jalan yang sebelumnya terputus, pembangunan jembatan darurat, hingga operasional fasilitas kesehatan.

Teddy menegaskan bahwa pemerintah bergerak “super cepat”.

Baca Juga: 21 Tahun Mengabdi, Dua PPPK Kota Bima Baru Terima SK Jelang Pensiun

Dalam pernyataannya, ia juga menyelipkan sindiran halus kepada pihak-pihak yang gemar membandingkan penanganan bencana saat ini dengan masa pemerintahan sebelumnya.

Teddy menyebut, hingga akhir Desember, pemerintah telah berhasil menyambungkan kembali mayoritas jalur vital yang sebelumnya lumpuh.

"Sekarang ini kita sudah masuk dalam satu bulan pasca bencana, satu bulan pertama, dan alhamdulillah, pemerintah, kita semua di sini," 

Baca Juga: 'Akhirnya Kami Diakui’, Air Mata Bahagia Honorer Saat Terima SK PPPK di GOR Tawangalun

"termasuk para petugas dan semua yang ada di sana, dalam satu bulan ini kita ada hasil konkret,"

ujar Teddy dalam konferensi pers, Senin 29/12/2025.

Dari total 78 ruas jalan nasional yang putus akibat banjir dan longsor, kini tinggal 6 ruas yang masih dalam proses penyambungan.

Baca Juga: 21 Tahun Mengabdi, Dua PPPK Kota Bima Baru Terima SK Jelang Pensiun

Perbaikan dilakukan serentak melalui koordinasi kementerian dan lembaga terkait, serta didukung pemerintah daerah.

Tak hanya jalan, pemerintah juga menuntaskan pembangunan 12 jembatan darurat.

Termasuk jembatan panjang di Aceh dan Sumatera Barat yang menjadi penghubung utama distribusi logistik.

Teddy menyebut pembangunan ini dilakukan dengan metode percepatan karena sejumlah wilayah benar-benar terisolasi pada hari-hari pertama bencana.

Upaya pemulihan tidak berhenti pada infrastruktur darat. Distribusi bantuan logistik dilakukan besar-besaran melalui udara.

Baca Juga: Polemik Pilkada Lewat DPRD Memanas, Gerakan Rakyat Tolak Keras, Dinilai Persempit Hak Pilih dan Perkuat Politik Elite

Menurut Teddy, sedikitnya 53 helikopter dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, hingga swasta diterjunkan untuk menjangkau desa-desa yang aksesnya masih tertutup material longsor.

Operasi udara ini disebut sebagai salah satu operasi logistik terbesar yang pernah dilakukan sepanjang tahun.

Di sektor kesehatan, pemulihan berlangsung cepat. Pemerintah mencatat 87 rumah sakit yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi sepenuhnya.

Baca Juga: 21 Tahun Mengabdi, Dua PPPK Kota Bima Baru Terima SK Jelang Pensiun

Dari 867 puskesmas yang sempat terdampak, tercatat 859 unit sudah aktif kembali melayani masyarakat.

Fasilitas kesehatan menjadi prioritas mengingat banyak penyintas membutuhkan penanganan medis jangka panjang, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Untuk hunian, Teddy memastikan bahwa pembangunan 600 unit hunian sementara (huntara) terus dikebut.

Baca Juga: 'Akhirnya Kami Diakui’, Air Mata Bahagia Honorer Saat Terima SK PPPK di GOR Tawangalun

Ditambah 450 unit hunian dari BNPB yang sedang dalam proses.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap dalam jumlah besar berdasarkan pendataan kerusakan rumah milik warga terdampak.

Namun di balik rangkaian capaian yang dipaparkan.

Teddy menyelipkan satu kalimat yang menjadi sorotan ia menanggapi pihak yang membandingkan penanganan bencana kali ini dengan era pemerintahan sebelumnya.

Teddy menyebut “setiap bencana memiliki karakter berbeda”,

Dan tidak adil jika penanganannya dinilai hanya melalui perbandingan yang tidak mempertimbangkan konteks serta skala kerusakan.

Baca Juga: 21 Tahun Mengabdi, Dua PPPK Kota Bima Baru Terima SK Jelang Pensiun

Pernyataan itu dibaca sebagian publik sebagai sindiran elegan kepada kelompok yang selama ini mengkritik pemerintah tanpa melihat hasil faktual di lapangan.

Teddy tidak menyebut nama, namun menegaskan bahwa pekerjaan pemerintah bisa dilihat melalui data, bukan opini.

Meski pemulihan berjalan cepat, Teddy mengakui bahwa masih ada pekerjaan besar yang menunggu.

Baca Juga: Imigrasi Cirebon Catat Kinerja Gemilang 2025, Terbitkan Hampir 64 Ribu Paspor dan Lampaui Target PNBP 203 Persen

Enam ruas jalan tersisa, pembangunan hunian yang masih berjalan, serta pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan waktu lebih panjang.

Namun ia memastikan pemerintah akan terus bekerja hingga penanganan tuntas.

Dengan operasi darat, laut, dan udara yang digelar selama sebulan penuh, pemerintah berharap aktivitas warga dapat pulih bertahap.

Baca Juga: Ramai Isu Potongan 4 Persen, Bupati Bangkalan Tegaskan Gaji PPPK Paruh Waktu Aman

Teddy menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya dalam memulihkan Sumatera.

Dan hasilnya dapat dilihat bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh pihak yang meragukannya.***