POJOKSATU.id, JAKARTA— Satpam Apartemen Metro Garden Ciledug, Karang Tengah, Tangerang, mengungkap WN Korsel inisial KH yang mendorong korban di lantai 19 sedang kondisi mabuk.

Petugas sekuriti atau satpam apartemen bernama Ahmad ini menduga sempat terjadi pertengkaran antara Tri Fattah Firdaus dengan WN Korsel inisial KH ini.

Sebelum jatuh dari lantai 19, sempat terdengar pertengkaran antara WN Korsel dengan Tri Fattah Firdaus sampai ada suara gelas pecah.

Fakta pelaku KH dalam keadaan mabuk itu diungkap satpam bernama Ahmad. Dan itu terjadi ketika KH baru saja tiba di kamar apartemennya.

"Iya, (korban) sudah ada kamar. Orang WNA (KH) itu datang sendiri ke sini dalam keadaan mabuk," katanya.

Baca Juga: Enuh Nugraha ODGJ Viral Ternyata Programer Handal Sejak Mahasiswa ITB

"Nah, temannya itu yang di atas nyusulin ke bawah, jadi biar orang itu (KH) enggak bikin onar. Tapi, dia tetap ke atas lah," ucap dia.

Rupanya, ketika mengecek suara keributan itu, Ahmad kaget melihat seorang pria tewas di atap ruko samping apartemen.


"Pas dilihat di bawah di senterin itu ada orang jatuh," kata dia.

Setelah kejadian itu, WN Korea Selatan itu tak berupaya melarikan diri. Ia hanya mengurung diri di dalam kamar.

"(KH) enggak kabur, masih di situ (kamar). Tadi jam 10.00 WIB, polisi datang buat dobrak pintunya," ucap Ahmad.

Baca Juga: Pesawat Sipil Terbang di Sekitar Rumah Presiden AS Joe Biden di Delaware

Sempat Terjadi Keributan di Lantai 19

Sebelum terjadi pelemparan oleh pelaku KH pada korban, sempat terjadi ribut dan ramai di lantai 19, sampai sekuriti naik ke atas semua pada Jumat dinihari (27/10/2023).

"Masalahnya tidak tahu soal apa, tapi sempat ribut dan ramai, sampai sekuriti naik ke atas semua," kata Ridwan, salah satu penghuni apartemen.

Sementara ini, penyidik memeriksa warga negara Korea Selatan berinisial KH yang diduga terlibat dalam kasus itu.

"Masih kami kumpulkan data-data kedokteran forensik, juga mendalami apakah ada jejak-jejak DNA pelaku di tangan korban, tubuh korban, baju korban, dan sebagainya," tutur Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Baca Juga: Disparbud Karawang Rekomendasikan 3 Objek Sebagai Cagar Budaya

Hengki berucap, di dalam unit apartemen itu hanya ada TF dan KH. Polisi pun masih mendalami hubungan TF dengan KH.

"Ini masih kami dalami (hubungan TF dan KH), yang saya sebut rangkaian perbuatan sebelum masuk ke dalam kamar.

Apa yang terjadi, kami lagi dalami juga," ucap dia.

Sebagai informasi, TF ditemukan tewas tergeletak di atap ruko di samping apartemen pada Jumat dini hari.

Korban TF ditemukan setelah terdengar suara pecahan kaca di lokasi kejadian.****