POJOKSATU.id — Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN, menjelaskan bahwa sejak awal Presiden merancang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tujuan memastikan seluruh anak Indonesia bisa memperoleh asupan gizi yang layak.

Ia menegaskan bahwa kepala negara tidak ingin ada satu pun warga yang mengalami kelaparan.

Menurut Nanik, gagasan itu kemudian diterapkan dalam bentuk kebijakan yang menjangkau kelompok penerima yang lebih luas.

Baca Juga: VIRAL! 1.900 ASN Semarang Kompak Patungan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar!

"Ketika program MBG ini dirancang, Pak Prabowo ingin seluruh siswa bisa makan makanan bergizi agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan sampai ada anak Indonesia yang tidak bisa makan. Beliau bahkan menginginkan agar semua orang miskin, disabilitas, para lansia, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, anak-anak pemulung, semua menjadi penerima MBG," kata Nanik.

Ia menambahkan bahwa program ini tak hanya menyasar masyarakat rentan, tetapi juga tenaga pendidik.

Baca Juga: Mengapa Kepastian TPG Sangat Sulit Didapat Ini Akar Masalah Sistemik yang Jarang Dibahas

Guru negeri, honorer, guru di sekolah swasta, para ustadz di pesantren, serta santri pesantren salaf yang tidak berada di bawah naungan Kementerian Agama juga akan mendapatkan manfaat tersebut.

"Kader PKK dan posyandu juga menjadi penerima manfaat MBG," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memaparkan bahwa pemerintah sedang mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung distribusi MBG, terutama di wilayah terpencil.

Baca Juga: Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Rp270 Juta untuk Warga Terdampak Longsor Arjasari

"Sekarang sudah teridentifikasi ada 8.200 SPPG di daerah terpencil yang akan dibangun, dan yang sedang dalam proses itu 4.700 unit, sementara yang akan selesai di Bulan Desember 2025 kurang lebih 170 unit. Jumlah penerima manfaat MBG di daerah terpencil tidak lebih dari 3 juta orang di seluruh Indonesia," kata Dadan.

Baca Juga: Revisi UU ASN 2023! PPPK Wajib Punya Nilai e-Kinerja Bagus Jika Ingin Kontrak Panjang!

Untuk kawasan aglomerasi, Dadan menyebutkan bahwa sebanyak 20 ribu SPPG ditargetkan rampung pada Desember 2025, ditambah pembangunan 170 unit di daerah terpencil.

Ia memperkirakan seluruh SPPG akan berdiri pada Januari hingga Februari 2026 sehingga layanan MBG dapat menjangkau sekitar 82,9 juta penerima pada Maret atau April 2026.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan capaian signifikan terkait produksi makanan dalam program MBG.

Baca Juga: Kabar Gembira Awal Tahun! Kenaikan Gaji PNS dan PPPK Resmi Berlaku Januari 2026, Menunggu Lampu Hijau Kemenkeu

Pada akhir November 2025, jumlah produksi telah melampaui 2 miliar porsi, lebih tinggi dari target awal sebesar 1,8 miliar porsi.

"Tiap hari menerima makan, sudah 2 miliar makanan yang kita produksi dan sudah kita sampaikan ke penerima manfaat. Saya kira ini prestasi yang cukup membanggakan," ujar Prabowo.***