POJOKSULSEL.com, PAPUA - Kapolres Nduga AKBP Rio Aleksander Penelewan memimpin langsung upaya pencarian dan penyelamatan terhadap pilot Susi Air dan 15 pekerja bangunan yang disandera TPNPB OPM.

Komandan Satgas Damai Cartenz Kombes Faizal Rahmadani menerangkan, saat ini terdapat sejumlah regu gabungan petugas yang dikerahkan untuk mengepung lokasi-lokasi yang diduga KKB pimpinan Egianus Kogoya di Paro, Kabupaten Nduga.

Diketahui, di Distrik Paro tidak ada pos TNI-Polri. Untuk mencapai wilayah itu, bisa ditempuh selama 20 menit dari Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga atau sekitar 25 menit dari Timika.

“Proses sudah berjalan dan saat ini saya sedang memberikan brifing, ” kata Kombes Faizal dikutip dari ANTARA, Rabu (8/2/2022).

Dari keterangan Kombes Faizal, Egianus Kogoya dan anak buahnya terpantau sudah sekitar enam bulan berada di Paro.

Sebelumnya, Pilot Pesawat Susi Air Captain Philips M berkebangsaan Selandia Baru dan membawa lima penumpang, yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan Wetina W.

BACA : 

Pasca Longsor, Taufan Pawe Minta PAM Tirta Karajae Kebut Normalisasi Air Bersih

DP3A Lakukan Trauma Healing Anak-anak Terdampak Banjir Parepare

Representatives Susi Air Donal Fariz secara terpisah mengatakan Pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY hilang kontak pada Selasa (7/2/2023) pukul 06.35 WIT di Bandara Paro sekitar pukul 06.17 WIT saat melaksanakan penerbangan dengan rute Timika – Paro – Timika dengan membawa 5 penumpang dan barang bawaan dengan total muatan 452 kilogram. Dua jam kemudian Susi Air mendapati ELT pesawat dalam posisi aktif pukul 09.12 WIT.

Perusahaan kemudian menjalankan kondisi darurat di internal perusahaan dengan mengirimkan pesawat lain mengecek posisi pesawat dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbakar di runway.

“Dugaan sementara terbakarnya pesawat bukan karena gangguan teknis. Hal ini disebabkan karena pesawat mendarat dan parkir dengan aman,” ungkap Donal.

Menurut Donal, Susi Air bersama otoritas terkait sedang mencari tahu apakah ada sabotase dari kelompok tertentu untuk melakukan pembakaran.

“Susi Air terus berupaya mencari keberadaan pilot dan penumpang lainnya karena hingga saat ini belum bisa dihubungi. Kami berharap otoritas berwenang bisa bergerak cepat untuk menemukan pilot dan penumpang,” ungkap Donal.

Selain menyandera pilot Susi Air, KKB pimpinan Egianus Kogoya juga dilaporkan menyandera 15 pekerja atau tukang yang sedang membangun puskesmas di Paro, jelas Kombes Faizal yang juga menjabat Dirkrimum Polda Papua.

Ke-15 Pekerja bangunan yaitu Gregorius Yanwarin, Domianus Wenehen, Thadeus Belyanan, Ical Behuku, Simon Walter, Martinus Yanwarin, Gerardius Ruban, Fransiskus Rendi Ruban, Yogi Parlahutan Siregar, Refalino Walten, Antonius Heatubun, Martinus Heatubun, Andreas Kolatlena, Amatus Ruban dan Walterius Emanuel Heatuban. (JPG/pojoksulsel)