POJOKSATU.ID- Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hariqo Satria menyesalkan sikap sebagian pihak yang menuduh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan melakukan penistaan agama.

Itu terkait video Zulkifli Hasan yang viral dengan menggambarkan adanya kelompok yang fanatik terhadap salah satu paslon capres-cawapres.

Saat menjalankan salat, kata pria akrab dipanggil Zulhas itu, mereka tidak berani mengucapkan 'Amin'.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Minuman Diet yang Aman Sudah Diuji BPOM, Ampuh dan Rasanya Enak!

Bahkan mereka juga disebut oleh Zulhas tidak mau mengacungkan satu jari telunjuk saat tasyahud (tahiyat) karena khawatir dikira mendukung paslon lainnya.

Namun sebaliknya, di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari karena cintanya kepada Prabowo Subianto.

Menurut Hariqo, calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan juga pernah melakukan hal yang sama. Justru Anies lebih dulu membercandai rakaat sholat.

Baca Juga: 5 Resep Lulur Alami, Sederhana dan Berkhasiat dengan Bahan-bahan yang Mudah Didapat

Namun, tidak ada yang menuduh Anies melakukan penistaan agama.

"14 Desember 2023, Pak Anies Baswedan lebih dulu bercanda dan tertawa ngakak dengan materi salat, doa dll," kata Satria dikutip dari instagram pribadinya, Kamis (21/12/2023).

"Tapi tidak ada satu pun, saya ulangi, tidak ada satu orang pun dari pendukung Prabowo-Gibran dan tidak ada satu pun netizen yang menuduh Pak Anies melakukan penistaan agama," sambungnya.

Baca Juga: Inilah Nama-nama Caleg dari PSI DPRD Kota Sukabumi Dapil 1-3

Namun, Hariqo merasa heran setelah Menteri Perdagangan (Mendag) itu melakukan hal yang sama seperti Anies, banyak pihak yang menuduhnya melakukan penistaan agama.

Bahkan, sebagian menyarankan untuk memboikot untuk memilih pasangan Prabowo-Gibran.

"19 Desember 2023, Ketum PAN, Pak Zulkifli Hasan bercanda dengan materi yang sama dengan Pak Anies, namun langsung diviralkan oleh ribuan akun pendukung Anies dengan isu penistaan agama dan jangan pilih Prabowo-Gibran," ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Majukan Sistem Meritokrasi di Seluruh Lembaga Negara

Kemudian, pihak yang memviralkan itu mencoba menautkan dalil Al-Qur'an sebagai bahan pembenaran untuk memboikot memilih Prabowo-Gibran.

"Mereka memerkuat seruan tersebut dengan mengutip Al-Qur'an Surat Al-An'am Ayat 70, hadis Nabi Tentang Agama Adalah Nasehat (HR Bukhari, Abu Dawud). Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan haram memilih pemimpin yang mengolok-olok salat, menangkap, memenjarakan, dan sebagainya," ujarnya.

Satria pun mengimbau kepada publik untuk berhati-hati agar tidak termakan oleh fitnah soal penistaan agama tersebut.

Baca Juga: Anies Baswedan Majukan Sistem Meritokrasi di Seluruh Lembaga Negara

Sebab, ia menilai ada pihak-pihak yang coba memanfaatkan kesempatan untuk kelompok tertentu.

"Ayolah teman-teman, kita saling menjaga, kita semua bersaudara. Boleh jadi, isu penistaan agama yang dihembuskan menguntungkan capres tertentu, tapi merugikan Indonesia dan anak cucu kita kelak," pungkasnya.

Buntut candaan Zulkifli Hasan itu, Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) akan menggelar aksi di depan Mabes Polri sekaligus akan melaporkan Menteri Perdagangan itu terkait dugaan penistaan agama.

Baca Juga: Innalilahi! Truk Tronton Tabrak Kios di Cianjur, Polisi Tengah Mendata Jumlah Korban

Aksi akbar dan pelaporan itu rencananya akan dilayangkan ke Mabes Polri pada Kamis (21/12/2023).

"Adapun Aksi Akbar dan pelaporan akan dilaksanakan pada Kamis (21/12/2023)," kata Ketum DPP Cendekia Muda Muslim Indonesia (DPP CMMI) dalam keterangannya, Anhar Tanjung, Selasa (20/12/2023).

Menurut Anhar, video Zulhas itu telah melukai hati umat islam, karena Zulhas telah menjadikan salat sebagai bahan candaan dan guyonan dalam pidatonya.

Baca Juga: Info Car Free Night Diterapkan di Kawasan Sudirman Thamrin saat Malam Tahun Baru 2024 dan Natal 2023

Anhar juga menyebut apa yang disampaikan Zulhas dalam pidatonya itu merupakan ranah penistaan agama yang keji.

"Salat sebagai bahan candaan dan guyonan dalam pidato. Ini merupakan penistaan agama yang sangat keji," tegasnya. ***