POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik dan para ahli akhirnya buka suara terkait polemik ketepatan sasaran bantuan sosial yang marak diperbincangkan publik.

Banyak masyarakat mempertanyakan alasan sebagian warga kurang mampu tidak mendapatkan hak bansos sementara tetangganya yang memiliki kondisi serupa justru menerima.

Pihak Kementerian Sosial menjelaskan bahwa program seperti Program Keluarga Harapan dan Program Sembako memang diprioritaskan untuk masyarakat yang paling tidak mampu.

Konsep penentuan desil digunakan sebagai sistem pemeringkatan urutan prioritas ketika anggaran negara yang tersedia terbatas.

Baca Juga: Siap-Siap Merogoh Kocek Dalam-Dalam! Harga Pertamax Berpotensi Melonjak Tembus Rp 20.000 per Liter

Masalah ketidaktepatan sasaran selama ini rupanya dipicu oleh basis data lama yang belum mencakup seluruh lapisan penduduk Indonesia.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebelumnya hanya mencakup sebagian kecil populasi sehingga potensi warga miskin yang terlewat menjadi sangat tinggi.

Kondisi tersebut secara otomatis menciptakan celah terjadinya exclusion error di mana warga yang berhak justru belum terdaftar.

Guna mengatasi persoalan menahun tersebut, pemerintah kini mengintegrasikan seluruh data menjadi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Baca Juga: Tinggalkan Aturan Lama! Sistem SK Penetapan Tunggal Kini Jadi Penentu Sah Pencairan Dana PIP

Penggunaan basis data baru ini terbukti berhasil memasukkan lebih dari 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat baru ke dalam sistem bansos.

Penataan ulang data penerima bantuan sosial dilakukan secara bertahap demi mencegah timbulnya kejutan atau guncangan ekonomi di tengah masyarakat.

Pemerintah menargetkan agar penerima program bantuan sosial secara penuh dapat diarahkan tepat kepada warga pada desil satu hingga empat.

Pembenahan data ini diibaratkan seperti proses perbaikan jalan yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan sementara demi kelancaran masa depan.

Masyarakat kini diimbau untuk memahami bahwa pemutakhiran data terus berjalan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga.***