POJOKSATU.id, JAKARTA-- Cara salat berjamaah wanita para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau KKMP menjadi sorotan publik.

Para calon manajer Kopdes Merah Putih ini salat berjamaah memakai pakaian tentara tanpa menggunakan mukena.

Tidak jelas apakah praktek salat ini disimulasikan dalam kondisi perang atau bukan, belum ada penjelasan resmi dari Kemhan soal ini.

Mereka tampak khusyuk menunaikan ibadah salat di tengah diklat saat latihan dasar militer.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Pertolongan Pertama saat Tersedak Makanan yang Bisa Menyelamatkan Nyawa

Sejumlah publik menyoroti penggunaan seragam tentara saat menunaikan solat, karena hal umum yang biasa dikenakan wanita saat solat menggunakan mukena.

Tak sedikit dari netizen yang menilai bahwa solat seperti itu tak sesuai syariat, karena beberapa alasan.

Seperti solat yang dilakukan tidak dalam kondisi darurat, sehingga seharusnya bisa lebih mempersiapkan diri dari sisi busana.

Selain itu, telapak tangan dalam keadaan terbuka yang dinilai tak sesuai ajaran dan penggunaan seragam tentara dianggap masih membentuk tubuh dan tak suci karena sudah dipakai untuk aktivitas latihan dasar militer.

Baca Juga: Pekerja Outsourcing Bakal Dilarang? Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Hanya 4 Jenis Pekerjaan yang Masih Diizinkan

Netizen juga mengatakan posisi imam dinilai salah karena seharusnya sejajar dengan makmum jika solat berjamaah yang digelar oleh wanita.

Salah satu video salat berjamaah ini diposting oleh akun Instagram Pojoksatu.id seperti dilihat Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, sesuai dengan penjelasan di NUOnline, aurat lelaki atau yang wajib ditutupi dalam salat adalah anggota tubuh antara pusar hingga lutut.

Sementara aurat perempuan dalam salat ialah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangannya baik luar maupun dalam hingga batas pergelangan.***