POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu, yang juga narasumber dalam diskusi FTA di Hotel Grand Kemang Jaksel yang dibubarkan aksi premanisme, menduga sepertinya dilakukan hulubalang punggawa ‘Raja Jawa’.

Said Didu melalui unggahan di akun X, Senin (30/9) juga mengatakan acara dialog FTA bukan sekedar pembubaran tapi ‘penyanderaan’.

Selain melakukan tudingan atau sindiran, Said Didu juga mengunggah ada kemiripan sosok yang hadir di Pleno Golkar dan tersangka kerusuhan diskusi FTA itu.

Said Didu sendiri turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi FTA yang dibubarkan.

"Dari 2 fakta ini, publik sudah bisa menduga siapa dan dari mana perintah pembubaran dialog FTA sehingga aparat bersahabat dengan mereka saat di lokasi. Silakan tulis dugaan masing-masing," jelas Said Didu sembari menautkan kolase foto tersangka Fhelick E Kalawali disandingkan dengan sosok yang mirip di Pleno Golkar.

Baca Juga: Perjalanan Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur Yang dilaporkan NIkita Mirzani Terhadap Vadel

“Pembubaran dialog FTA yang sepertinya dilakukan oleh hulubalang punggawa "raja jawa" sepertinya sebagai kode pembuktian ucapan dia bahwa hati-hati dengan kebengisan "raja jawa" pujaan dia,” ujarnya lagi.

Menurut Said Didu, acara dialog FTA bukan sekedar pembubaran TAPI ‘penyanderaan’:

1) Pintu harus dikunci

2) Tidak boleh diskusi

3) AC dimatikan

4) Makan harus dipercepat dan waktu makan hanya 10 menit

5) Perusuh minta masuk untuk foto/rekam kita makan.

“Semua permintaan perusuh tersebut melalui petugas,” ujar Said Didu dalam unggahan di Twitter.

Ditetapkan Dua Tersangka

Kerusuhan diskusi Forum Tanah Air (FTA) yang dibubarkan sekelompok orang di Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/9) masih menyisakan jadi perbincangan publik.

Baca Juga: Polisi Buru Penyebar Video Kerusuhan di Grand Kemang, Kapolres : Video Sengaja Dipotong dengan Narasi Tak Sesuai

Saat ini, Polda Metro Jaya telah menangkap lima orang pelaku kerusuhan, di mana dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka adalah Fhelick E Kalawali dan Godlip Wabano. Muka kedua pelaku terpampang jelas dan beredar di media sosial.

Tidak cukup dengan penetapan tersangka oleh polisi, warganet mencoba menguliti identitas para pelaku.

Hasilnya, warganet mendapati tersangka Fhelick mirip dengan sosok yang hadir dalam acara pleno Partai Golkar pada 13 Agustus 2024.

Hal itu terungkap dalam video yang diunggah pengguna media sosial X, @Shifa_M3, Senin (30/9).

Dalam video berdurasi 33 detik itu, sosok mirip Fhelick terlihat sedang berbincang dengan seorang lain menggunakan seragam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Percakapan tersebut diduga terjadi saat pleno Partai Golkar 13 Agustus 2024 yang beragendakan pelantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Plt Ketua Umum Golkar.***