POJOKSATU.id – Di tengah hebohnya polemik tumbler hilang di KRL yang memantik geger di jagat maya.

PT KAI Commuter Indonesia (KCI) justru menghadirkan sosok baru di kursi teratas perusahaan Mochamad Purnomosidi.

Pengangkatannya sebagai Direktur Utama pada 27 November 2025 langsung menjadi sorotan.

Bukan sekadar karena jabatan itu strategis, tetapi karena momennya bertepatan dengan derasnya kritik publik terhadap layanan KCI.

Nama Purnomosidi memang bukan pendatang baru di dunia perkeretaapian.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Bencana Sumbar Sumut Aceh, Perintahkan Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca

Namun, tingginya ekspektasi publik serta atmosfer panas akibat isu tumbler yang viral membuat rekam jejaknya kini menjadi perhatian nasional.

 

Siapa Mochamad Purnomosidi?

Purnomosidi adalah figur yang lama berkarier di industri transportasi rel. Sebelum dipercaya memimpin KCI, ia menjabat sebagai EVP LRT Jabodebek di PT KAI (Persero).

Baca Juga: Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, PPG Tahap 5 Terapkan Sistem Pembelajaran Mandiri Sebelum Bimbingan LPTK

Ia berada di garda operasional proyek transportasi massal besar yang penuh tantangan teknis, ritme cepat, dan standar keselamatan ketat.

Kariernya juga pernah berlanjut di PT Industri Kereta Api (INKA), produsen kereta terbesar di Indonesia.

Di INKA, ia menduduki posisi Executive Vice President, termasuk pernah memimpin Divisi Regional III Palembang.

Baca Juga: Sudah Konfirmasi? Peserta PPG Tahap 5 Bakal Dapat Bimbingan Langsung dari LPTK

Pengalaman gabungan antara manufaktur kereta, pengelolaan armada, dan operasional transportasi publik membuatnya memiliki modal teknis sekaligus manajerial yang kuat.

Sosok Purnomosidi dikenal sebagai figur teknokrat dengan gaya kerja yang detail oriented, berorientasi efisiensi, dan terbiasa mengelola sistem skala besar.

Dengan latar tersebut, penunjukannya sebagai Dirut KCI dinilai sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk memperkuat layanan, terlebih setelah beberapa isu yang menguji kepercayaan publik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Bencana Sumbar Sumut Aceh, Perintahkan Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca

 

Heboh Tumbler Hilang, Giliran Dirut Baru Masuk

Sementara publik masih disibukkan dengan kisah tumbler hilang seorang penumpang KRL yang viral lengkap dengan dugaan kelalaian petugas hingga kabar liar soal pemecatan KCI justru mengumumkan perubahan besar di jajaran direksinya.

Kronologinya membuat banyak warganet angkat alis.

Di pagi hari, publik membicarakan tumbler yang tak kembali setelah cooler bag tertinggal di bagasi kereta.

Baca Juga: Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, PPG Tahap 5 Terapkan Sistem Pembelajaran Mandiri Sebelum Bimbingan LPTK

Kabar soal petugas yang “dipecat” menyebar dengan liar. Pada siang harinya, KCI mengklarifikasi tidak ada petugas yang diberhentikan.

Dan hanya beberapa jam setelah klarifikasi itu, kabar besar lain menyusul Direktur Utama diganti.

KAI menegaskan pengangkatan Purnomosidi adalah rotasi rutin, tetapi publik merasa waktunya terlalu “kebetulan” untuk tidak dikaitkan.

Baca Juga: Sudah Konfirmasi? Peserta PPG Tahap 5 Bakal Dapat Bimbingan Langsung dari LPTK

Apalagi, kasus tumbler bukan sekadar soal barang hilang; ia telah berubah menjadi ujian integritas layanan, SOP keamanan, dan transparansi petugas.

Dalam situasi seramai itu, masuknya Purnomosidi otomatis dianggap publik sebagai bagian dari upaya pembenahan.

 

Rekam Jejak yang Jadi Modal Besar

Baca Juga: Guru Diminta Segera Cek SIMPKB: Pemanggilan Peserta PPG Tahap 5 Resmi Dirilis Hari Ini

Meski publik sibuk memperbincangkan hubungannya dengan isu tumbler, rekam jejak Purnomosidi sebenarnya berbicara banyak:

1. Teruji di transportasi massal (LRT Jabodebek)

Mengelola operasional LRT bukan pekerjaan ringan. Keamanan, headway kereta, sistem integrasi, dan koordinasi teknis adalah urusan harian yang ia pegang.

Baca Juga: Guru Diminta Segera Cek SIMPKB: Pemanggilan Peserta PPG Tahap 5 Resmi Dirilis Hari Ini

Pengalaman ini menjadi kunci bagi KCI yang melayani jutaan penumpang setiap hari.

2. Pengalaman produksi kereta (INKA)

Dengan latar di INKA, Purnomosidi memahami seluk-beluk teknis rangkaian, pemeliharaan.

Hingga kualitas material pengetahuan yang memperkuat aspek keselamatan dan reliability armada commuter.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Bencana Sumbar Sumut Aceh, Perintahkan Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca

3. Manajemen skala besar

Posisi EVP menunjukkan ia terbiasa mengelola divisi besar, SDM banyak, dan masalah kompleks. Ini sangat relevan bagi KCI, perusahaan dengan mobilitas tinggi dan tekanan operasional terus-menerus.

 

Tugas Berat Menanti

Setelah kisruh tumbler meledak di media sosial, publik menuntut transparansi dan layanan lebih baik dari KCI.

Baca Juga: Guru Diminta Segera Cek SIMPKB: Pemanggilan Peserta PPG Tahap 5 Resmi Dirilis Hari Ini

Di tangan Purnomosidi, beberapa tugas besar sudah menunggu

Memperbaiki persepsi publik pasca viral tumbler

Memperkuat SOP layanan, terutama terkait barang hilang.

Baca Juga: Guru Diminta Segera Cek SIMPKB: Pemanggilan Peserta PPG Tahap 5 Resmi Dirilis Hari Ini

Meningkatkan kualitas komunikasi publik dan respons cepat di lapangan

Menegaskan standar profesionalisme petugas di stasiun dan atas kereta

Krisis tumbler memang kecil secara materi, tetapi dampaknya begitu luas.

Kini, Purnomosidi berada dalam sorotan penuh untuk membuktikan bahwa penunjukannya memang untuk memperkuat KCI bukan sekadar “kebetulan” di tengah badai.***