POJOKSATU.ID - Penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di wilayah Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, berujung pada aksi protes yang tak biasa.

Sedikitnya 19 gerobak sampah mendadak parkir permanen di halaman Kantor Kelurahan Kebalen, Senin (29/12/2025).

Gerobak-gerobak tersebut berisi tumpukan sampah rumah tangga yang sengaja ditumpahkan di area kantor kelurahan.

Baca Juga: Sering Kehilangan Fokus Saat Belajar? Ini Cara Mengatasinya

Aksi ini diduga kuat sebagai bentuk kekecewaan warga atas penutupan TPS liar yang dilakukan tanpa diiringi solusi pengelolaan sampah yang jelas.

Warga mengaku memahami alasan penertiban TPS liar. Namun, mereka menilai kebijakan tersebut dilakukan setengah jalan.

Setelah TPS ditutup, tidak ada alternatif lokasi pembuangan yang disiapkan, sementara produksi sampah rumah tangga terus berjalan setiap hari.

Baca Juga: KPCT Siap Ambil Alih Perjuangan Pemekaran Cirebon Timur, FCTM Dinilai Menyimpang dari Arah Rakyat

“TPS ditutup, tapi kami harus buang sampah ke mana? Sampah tidak bisa disuruh berhenti,” ujar salah seorang warga, dilansir dari instagram pojoksatu.id.

Kebingungan warga pun memuncak. Tanpa adanya titik pembuangan pengganti atau sistem pengangkutan yang memadai, sampah mulai menumpuk di lingkungan permukiman.

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu masalah kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga: Hujan Turun dan Banjir Datang, Warga Kalimantan Soroti Tambang yang Diam-Diam Menggerus Alam

Sebagai bentuk protes, warga akhirnya memilih “mengembalikan” persoalan sampah ke pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Puluhan gerobak diarahkan ke halaman kantor kelurahan dan ditumpahkan begitu saja, seolah ingin menyampaikan pesan bahwa masalah sampah bukan hanya urusan warga.

“Kalau kelurahan belum punya solusi, ya sampahnya kami titipkan di sini,” kata warga lainnya dengan nada menyindir.

Baca Juga: Tragedi Malam di Manado, Kebakaran Panti Werda Damai 16 Korban Jiwa Berjatuhan

Aksi tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan.

Tumpukan sampah di halaman kantor kelurahan menciptakan pemandangan kontras antara fungsi pelayanan publik dan realitas persoalan lingkungan yang belum terselesaikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Kebalen terkait langkah lanjutan pascaprotes warga.

Baca Juga: Heboh Bantuan Bencana Banjir Belum Cair, Tito Jelaskan Fakta Sebenarnya Sebut Data Korban Belum Lengkap

Namun, warga berharap kejadian ini menjadi alarm agar pemerintah setempat segera mencari solusi konkret, bukan sekadar menertibkan tanpa perencanaan matang.

Persoalan sampah di wilayah padat penduduk seperti Babelan dinilai membutuhkan pendekatan komprehensif.

Penutupan TPS liar tanpa sistem pengganti justru berpotensi memindahkan masalah ke lokasi lain, termasuk fasilitas publik.

Baca Juga: Bukan Baru Hari Ini, Heboh Seskab Teddy Sebut Helikopter Pemerintah Sudah Keliling Aceh dari Pekan Pertama Banjir

Warga menegaskan, mereka bukan menolak aturan, melainkan meminta kejelasan.

Tanpa solusi nyata, masalah sampah dikhawatirkan akan terus berulang dengan bentuk protes yang semakin ekstrem.

“Kalau tidak ada solusi, bisa jadi bukan cuma gerobak, tapi sampah satu kampung,” ujar warga dengan nada satir.***