POJOKSATU.ID - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) memilih pendekatan yang berbeda dalam upaya mencegah praktik korupsi di lingkungan peradilan.
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Husnul Khotimah, menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten menggelar kegiatan pengajian rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik korupsi di lingkungan peradilan.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti oleh para hakim serta seluruh pegawai PN Jakarta Pusat dan dilaksanakan setiap hari Rabu.
Baca Juga: SNBP 2026 Makin Dekat, Simak Panduan KIP Kuliah dari Syarat, Alur Pendaftaran hingga Tips Lolos
“Setiap hari Rabu kami selalu mengadakan siraman rohani,” ujar Husnul Khotimah, dikutip pojoksatu.id dari Instagram @ctd.insider (12/1/2026).
Menurut Husnul, pembinaan spiritual menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun integritas aparatur peradilan.
Ia menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai moral terus didorong sebagai pengingat agar seluruh jajaran pengadilan menjauhi praktik-praktik yang menyimpang.
Selain pembinaan rohani, Husnul menekankan pentingnya keteladanan dari para pimpinan dan hakim.
Ia menilai, sikap dan perilaku pemimpin menjadi cermin bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Keteladanan para hakim dan pimpinan itu sangat penting. Dari situ kita ingin menunjukkan bahwa sudah tidak boleh lagi bekerja dengan cara-cara seperti masa lalu,” ungkapnya.
Baca Juga: Registrasi SNPMB 2026 Resmi Dibuka! Ini Tahapan Penting yang Wajib Dipahami Siswa Kelas 12
Husnul menambahkan, pencegahan korupsi di lingkungan PN Jakarta Pusat tidak bisa dilakukan dengan satu cara saja.
Kombinasi antara pembinaan moral, pengawasan, serta contoh nyata dari pimpinan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas.
Ia berharap, langkah-langkah tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kepercayaan publik adalah tanggung jawab seluruh aparatur peradilan, tanpa terkecuali.***




