POJOKSATU.ID - Di tengah ancaman krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia memastikan kondisi dalam negeri masih terkendali.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak nasional dalam kondisi aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Rumah Alan Walker Dibobor Maling, Pelaku Telah Ditangkap, Laptop Berisi Karya Musik Masih Raib
Bahlil menenangkan masyarakat agar tidak khawatir terhadap isu kelangkaan energi yang kini mulai melanda sejumlah negara.
“Untuk BBM, khususnya bensin, memang sekitar 50 persen masih impor, sisanya dari dalam negeri. Tapi kita sudah menyiapkan berbagai alternatif,” ujar Bahlil.
Menurutnya, dalam beberapa waktu ke depan, pasokan BBM dipastikan tetap stabil. Pemerintah disebut telah mengantisipasi berbagai skenario, termasuk lonjakan kebutuhan energi menjelang momen tertentu seperti Lebaran.
Baca Juga: Dramatis! Aipda Adang Suhaya Anggota Polres Karawang Selamatkan Terduga Asusila dari Amukan Massa
Kondisi ini berbeda dengan beberapa negara lain, termasuk Filipina yang telah menetapkan status darurat energi akibat terganggunya pasokan global.
Di sisi lain, peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ary Bachtiar Krishna Putra, menilai kestabilan pasokan BBM di Indonesia tidak lepas dari pengalaman pemerintah dalam mengelola kebutuhan energi tahunan, khususnya saat periode mudik.
“Pola konsumsi BBM saat Lebaran sudah bisa diprediksi, jadi pemerintah lebih siap menjaga pasokan,” jelas Ary.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih bijak dalam menggunakan BBM.
Kekhawatiran akan kelangkaan justru membuat konsumsi menjadi lebih terkendali di sejumlah daerah.
Meski demikian, Ary mengingatkan bahwa ketahanan energi nasional masih memiliki tantangan.
Salah satunya adalah keterbatasan cadangan BBM yang saat ini hanya berkisar 20 hingga 28 hari.
Baca Juga: Kebijakan Presiden ASN Bakal Bekerja dari Rumah, Bupati Mandailing Natal Tunggu SE Mendagri
Menurutnya, langkah pemerintah untuk meningkatkan kapasitas cadangan hingga 90 hari menjadi sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.
Selain itu, program biodiesel seperti B50 dinilai mulai menunjukkan dampak positif, terutama dalam mengurangi ketergantungan impor solar, meskipun untuk bensin Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri.***




