POJOKSATU.ID - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menjadikan kekayaan maupun kekuasaan sebagai tujuan utama dalam kepemimpinannya.

Menurut Yandri, yang diperjuangkan Prabowo adalah kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri peringatan Hari Desa Nasional yang digelar di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Sudah Cek Bansos Tapi Profil Keluarga Tak Terdaftar di DTSEN? Ini Penyebab Utamanya

Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

“Pak Prabowo tidak mencari kekayaan dan tidak mengejar kekuasaan. Yang beliau perjuangkan adalah bagaimana rakyat Indonesia bisa sejahtera dan hidup bahagia,” ujar Yandri, dikutip pojoksatu.id dari detik.com.

Menurut Yandri, komitmen tersebut tercermin dari perhatian besar pemerintah terhadap pembangunan desa.

Baca Juga: Menganggur Tak Otomatis Dapat Bansos, Ini Cara Sistem Menilai Siapa yang Berhak

Desa, kata dia, menjadi fondasi utama dalam pembangunan nasional karena langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan, penguatan desa bukan sekadar program, tetapi merupakan bagian dari visi besar pemerintahan Prabowo untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

Dengan desa yang kuat, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan diyakini dapat terwujud.

Baca Juga: Senator Papua Menolak Sawit Masuk Tanah Papua, Pendidikan dan Kesehatan Dinilai Lebih Mendesak

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali sendiri berlangsung semarak.

Ribuan warga memadati lokasi acara yang dipusatkan di ruang terbuka, menciptakan suasana kebersamaan dan antusiasme tinggi.

Acara tersebut dirangkai dengan Festival Budaya Desa yang menampilkan beragam kekayaan tradisi Nusantara.

Baca Juga: Jadwal Pengumumam PPPK Kemensos Diubah, Seleksi Teknis Tambahan Mundur ke 20 sampai 21 Januari 2026

Berbagai tarian tradisional dari sejumlah daerah dipentaskan di hadapan pengunjung.

Tak hanya itu, permainan rakyat yang mulai jarang ditemui juga kembali dihadirkan, mengundang nostalgia sekaligus kegembiraan warga.

Kuliner khas desa turut meramaikan perayaan tersebut. Aneka makanan tradisional disajikan oleh pelaku UMKM desa, menjadi bukti bahwa desa memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

Baca Juga: Setiap Bulan Mentor Wajib Buat Tagihan Uang Saku, Ini Syarat Mutlak Gaji Peserta Magang Cair

Pertunjukan musik rakyat menutup rangkaian acara dengan penuh semangat.

Yandri menilai, perayaan Hari Desa Nasional bukan sekadar seremoni tahunan.

Momentum ini, kata dia, menjadi pengingat bahwa desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan harus terus diperkuat.

Ia berharap, melalui kebijakan yang berpihak pada desa, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pemerintah Bidik Zero Accident MBG di 2026, Tapi Januari Sudah 1.200 Lebih Dilaporkan Keracunan

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya.

“Kalau desa maju, Indonesia akan kuat,” kata Yandri.

Perayaan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali pun menjadi simbol semangat membangun Indonesia dari desa, dengan harapan besar agar kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat benar-benar terwujud.***