POJOKSATU.ID - Pemerintah mulai menggulirkan wacana besar terkait perbaikan kualitas hunian rakyat.

Presiden Prabowo Subianto meminta rumah-rumah di Indonesia yang masih menggunakan atap seng untuk beralih ke genteng.

Arahan tersebut kini mulai ditindaklanjuti dengan melibatkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak produksi.

Baca Juga: VIRAL Prosesi Pemakaman Seorang Pria 290 Kg di Jepara, Crane Sampai Turun Tangan Demi Bisa Dimakamkan

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantoro menyampaikan bahwa koperasi Merah Putih diminta bersiap menjalankan tugas tambahan berupa produksi genteng.

Langkah ini menjadi bagian dari rencana nasional yang disebut sebagai program gentengisasi.

“Bapak Presiden ingin supaya atap-atap rumah yang masih dari seng bisa diganti menjadi genteng. Koperasi-koperasi juga diminta untuk memproduksi genteng-genteng tersebut,” kata Ferry, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (10/2/2026).

Baca Juga: VIRAL Prosesi Pemakaman Seorang Pria 290 Kg di Jepara, Crane Sampai Turun Tangan Demi Bisa Dimakamkan

Menurut Ferry, keterlibatan koperasi bukan sekadar sebagai pelengkap program, melainkan menjadi motor penggerak produksi di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan begitu, program gentengisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas rumah warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

Ia menjelaskan, produksi genteng akan menjadi salah satu lini usaha baru bagi Koperasi Merah Putih.

Baca Juga: Bekasi Luncurkan Trans Beken, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Kementerian Koperasi juga mendorong inovasi dalam produksi, termasuk pengembangan genteng dengan campuran bahan tertentu agar bobotnya lebih ringan dan kualitasnya lebih baik.

“Bisa menjadikan gentengnya lebih ringan dan lebih bagus,” ujar Ferry.

Untuk mendukung rencana tersebut, Kementerian Koperasi akan menyiapkan langkah awal, termasuk pemetaan koperasi yang siap terlibat dan dukungan fasilitas produksi.

Ferry memastikan persiapan akan dilakukan secara bertahap agar koperasi benar-benar siap menjalankan mandat tersebut.“Nanti kita persiapkan,” singkatnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan keinginannya mengganti atap seng di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Mendengkur Saat Tidur Normal atau Berbahaya? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menurutnya, penggunaan seng masih sangat luas, terutama di kawasan perkotaan dan permukiman padat.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menilai atap seng tidak sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan hunian yang nyaman, sehat, dan indah.

Baca Juga: Dampak Jangka Panjang Jam Tidur Berantakan, Dari Sulit Fokus hingga Risiko Penyakit Serius

Karena itu, ia menawarkan solusi berupa proyek gentengisasi berskala nasional yang melibatkan koperasi sebagai basis produksi.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Menariknya, Prabowo menilai program ini tidak membutuhkan anggaran besar. Menurutnya, peralatan untuk memproduksi genteng relatif terjangkau dan bisa dikelola oleh koperasi desa.

Baca Juga: Selalu Dituntut Bahagia? Ini Bahaya Toxic Positivity yang Sering Tak Disadari

“Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal. Nanti koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng,” ujarnya.

Program gentengisasi diharapkan menjadi solusi ganda, memperbaiki kualitas hunian sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.

Jika berjalan sesuai rencana, koperasi desa tidak hanya menjadi penyalur bantuan, tetapi juga produsen kebutuhan dasar masyarakat.***