POJOKSATU.ID - Kabar baik datang bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia.

Perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, menyatakan kesiapan untuk merekrut lulusan SMK Tanah Air melalui program pengembangan keterampilan tingkat tinggi yang dirancang khusus untuk tenaga kerja muda Indonesia.

Dalam tahap awal, Rusal berencana menyeleksi sekitar 50 lulusan SMK terbaik untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Rusia selama dua tahun.

Baca Juga: Beasiswa KNB 2026 Resmi Dibuka, Peluang Kuliah S1–S3 di Indonesia untuk Warga Negara Asing

Program ini tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema berbagi pengetahuan atau knowledge sharing.

Skema pelatihan tersebut terdiri dari dua tahap utama.

Pada tahun pertama, para peserta akan menjalani pelatihan bahasa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Rusia.

Baca Juga: Usai Kasus Keracunan Massal di SMA 2 Kudus, Kepala BGN Siapkan Kartu Kuning untuk SPPG

Sementara pada tahun kedua, peserta akan mendapatkan penguatan keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri aluminium dan manufaktur.

Setelah menyelesaikan masa pendidikan dua tahun, para peserta akan menandatangani kontrak kerja berdurasi lima tahun dengan perusahaan.

Dalam kontrak tersebut, para lulusan SMK Indonesia berpeluang memperoleh gaji hingga 200 ribu rubel per bulan, atau setara sekitar Rp43,8 juta.

Baca Juga: Virus Nipah di Jakarta Belum Ditemukan, Begini Kata Pramono

Program ini dinilai sebagai peluang besar bagi lulusan SMK yang ingin mengembangkan karier di tingkat internasional.

Selain mendapatkan penghasilan yang kompetitif, peserta juga akan memperoleh pengalaman kerja global serta transfer teknologi langsung dari industri besar Rusia.

Menariknya, skema kerja yang ditawarkan tidak sepenuhnya menempatkan peserta di Rusia.

Rusal menerapkan konsep knowledge sharing dengan membagi penempatan lulusan SMK Indonesia antara fasilitas produksi di Rusia dan proyek-proyek perusahaan asal Rusia yang beroperasi di Indonesia.

Dengan demikian, manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh industri dalam negeri.

Baca Juga: Pegawai SPPG Mau Diangkat Jadi PPPK, DPRD DIY Minta Guru Honorer Jangan Diabaikan, Ini Penjelasannya

Proses rekrutmen direncanakan akan dimulai pada Mei 2026.

Setelah melalui tahapan seleksi dan persiapan administrasi, para peserta yang lolos dijadwalkan berangkat ke Rusia pada September 2026.

Program ini juga sejalan dengan upaya peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Ini Link Resmi dan Jadwal Rekrutmen PPPK Sekolah Garuda 2026

Lulusan SMK yang selama ini kerap dipandang terbatas pada pasar kerja domestik, kini memiliki kesempatan untuk menembus industri internasional dengan standar tinggi.

Rencana rekrutmen oleh Rusal ini disambut positif sebagai bentuk kepercayaan terhadap kualitas pendidikan vokasi Indonesia.

Jika berjalan sukses, program serupa berpotensi diperluas dengan jumlah peserta yang lebih besar di masa mendatang.

Baca Juga: SELEKSI PPPK GURU 2026 DIMULAI! Ini Jadwal Lengkap, Syarat, dan Cara Daftarnya

Bagi lulusan SMK yang tertarik, program ini menjadi bukti bahwa keterampilan teknis yang kuat, ditambah penguasaan bahasa dan disiplin kerja, mampu membuka pintu karier hingga ke tingkat global.***