POJOKSATU.id, JAKARTA—Selama dua hari berturut-turut, rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS atau USD.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS melemah 0,29 persen ke level Rp 17.693 hari ini, Sabtu (29/8/2026).
Adapun penutupan sebelumnya, Jumat (28/8), dolar AS berada di posisi Rp 17.744.
Namun sepanjang tahun 2026, dolar AS tercatat telah menguat hingga 6,07%. Mata uang AS bergerak pada rentang Rp 16.296 hingga Rp 18.209 sejak 52 minggu terakhir.
Baca Juga: Ini Kata Kabid Humas Polda Metro Soal Keterlibatan Ormas di Kasus Tewasnya Bambang di Pejompongan
Dolar AS juga bergerak variatif terhadap mata uang asing lainnya. Terhadap UER, dolar AS melemah 0,58%. Kemudian terhadap GBP melemah 0,40% dan terhadap AUD melemah 0,42%.
Sementara terhadap mata uang JPY, dolar AS menguat 0,44%. Selanjutnya penguatan juga terjadi terhadap mata uang CAD dan CHF yang menguat masing-masing 0,36% dan 0,61%.
Berita sebelumnya, nilai tukar Rupiah menguat signifikan pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Namun masih di level Rp 17.693 per Dolar AS.
Baca Juga: Lakukan Penyegaran Birokrasi, Gus Fawait Resmi Rombak Susunan Pejabat Pemkab Jember
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bertengger di level Rp 17.693 per dolar AS, melesat 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya, Kamis.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyatakan, keperkasaan mata uang Garuda terdorong oleh respons positif pasar atas terpilihnya Destry Damayanti sebagai nakhoda baru Bank Indonesia (BI).***




