POJOKSATU.id, MEDAN— Gubernur Sumut Bobby Nasution menetapkan Sumatera Utara (Sumut) tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan atau hingga 10 Desember 2025.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/836/KPTS/2025.

Status tanggap darurat selama 14 hari mulai 27 November hingga 10 Desember 2025 dan dapat diperpanjang jika situasi masih membutuhkan penanganan intensif.

Status tanggap darurat ini terkait bencana banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang melanda Sumut beberapa hari ini.

Baca Juga: BGN Kirim 1.591 Paket MBG untuk Korban Banjir Sumut, Warga Akhirnya Dapat Pasokan Gizi Darurat

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, mengatakan penetapan status tanggap darurat ini memberikan dasar hukum bagi seluruh instansi terkait untuk melakukan percepatan penanganan.

“Dengan ditetapkannya status tanggap darurat, seluruh perangkat daerah, BPBD, serta unsur TNI–Polri dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi dalam evakuasi, penyaluran bantuan, penanganan infrastruktur, serta pemulihan layanan masyarakat,” ujar Sulaiman Harahap, Jumat (28/11).

Pemprov Sumut memastikan seluruh sumber daya, termasuk dukungan logistik, peralatan, dan pendanaan, dapat dimobilisasi secara optimal.

“Prioritas kita adalah keselamatan dan kebutuhan mendesak warga. Pemprov Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat koordinasi agar penanganan berjalan efektif,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Bencana Sumbar Sumut Aceh, Perintahkan Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca

Rumah Dinas Gubsu Terendam

Rumah dinas Gubernur Sumut Bobby Nasution di Jalan Sudirman Kota Medan terendam banjir yang melanda Medan sejak Kamis (27/11).

Tidak saja rumah Bobby, rumah dinas Kapolda Sumut (Kapoldasu) Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto juga terendam. Begitu juga rumah dinas Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa.

Ketiga rumah dinas ini berdekatan di Jalan Sudirman Kota Medan.

"Kami turun langsung untuk mengecek debit air, membantu kelancaran arus lalu lintas, dan memastikan seluruh personel bergerak cepat membantu warga,” kata Kapoldasu.

“Polda Sumut bersama TNI dan pemerintah daerah bekerja maksimal agar situasi segera pulih,” ujar Irjen Whisnu dalam keterangannya.

“Meskipun rumah dinas kami dan beberapa fasilitas pejabat lain ikut terdampak banjir, namun fokus utama kami adalah memastikan masyarakat dalam keadaan aman," ujar Whisnu lagi.***