POJOKSATU.id, JAKARTA—Pengamat politik Rocky Gerung yang terkenal tajam berargumentasi ikut mengomentari tuntutan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang meminta Wapres Gibran mundur.

Menurut Rocky Gerung, para Purnawirawan TNI ini sudah menghitung dengan tepat apakah Presiden Prabowo bisa membaca dengan bijak pesan yang mereka sampaikan.

"Saya kira mereka juga menghitung dengan tepat apakah Pak Presiden bisa membaca dengan bijak apa yang mereka tuntutkan yaitu ganti atau hentikan wakil presiden," kata Rocky Gerung dikutip dari channel You Tube miliknya, Selasa (29/4).

Menurutnya, purnawirawan TNI ini meskipun tidak lagi perwira, tetapi batin dia masih sangat berani, masih sangat wirah untuk mengucapkan sesuatu yang memang sangat peka.

Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Bekasi oleh Pria Berisitri, Motifnya Cemburu Gegara Korban Foto dengan Laki-laki Lain

"Kendati sudah purnawirawan tetapi yang purna adalah wiranya, yang berlanjut adalah tradisi untuk mencintai negeri," ungkap Rocky lagi.

Rocky menilai tuntutan itu bermula dari keresahan publik soal legitimasi Gibran sebagai Wakil Presiden pada Pilpres yang digelar 14 Februari 2024 lalu.

Menurut Rocky, mahasiswa, masyarakat sipil, jurnalis, dan pengamat dari luar negeri, ada masalah dalam legitimasi Gibran. Gibran dianggap telah melanggar konstitusi soal pencalonan jadi wapres.

"Jadi sebetulnya arah pikiran atau arah moral dari para purnawirawan ini adalah memperbaiki atau meluruskan kembali sesuatu yang salah di dalam pandangan ketatanegaraan,” tegasnya.

Baca Juga: Tepis Ketidakpercayaan Publik, Sudah Waktunya Gibran Dimentoring, Kita Bisa Belajar dari Soeharto

“Yaitu Gibran yang dipaksakan oleh ayahnya, yang pada waktu itu sangat berkuasa sebagai Presiden Republik Indonesia ketujuh," tegas Rocky Gerung lagi.

Sebelumnya muncul desakan Wapres Gibran dicopot atau diganti. Pihak yang menuntut mundur adalah Forum Purnawirawan Prajurit TNI, salah satunya ada nama mantan Wapres Jenderal (Purn) Try Sutrisno.

Dari foto surat yang beredar, surat ini terlihat ditandatangani Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan serta mengetahui Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Ada 103 purnawirawan berpangkat jenderal, 73 purnawirawan laksamana, 65 purnawirawan marsekal serta 91 purnawirawan kolonel yang mengaku setuju dengan poin-poin tuntutan di selembar kertas itu.

Dalam salah satu poin tuntutan Forum Purnawirawan Prajurit TNI ini adalah meminta Wapres Gibran Rakabuming Raka diganti atau dicopot melalui mekanisme sidang MPR.***