POJOKSATU.id - Pernyataan keras datang dari Ahmad Khoznuddin terkait langkah Rismon Hasiholan Sianipar yang menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Video berisi kritik Ahmad tersebut kini viral dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Dalam pernyataannya, Ahmad menilai sikap Rismon yang meminta maaf kepada Jokowi sebagai sesuatu yang tidak tepat.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Haji 2026
Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan yang sebelumnya dibangun.
“Kami menyatakan tindakan Saudara Rismon Sianipar ini selain melakukan pengkhianatan juga merupakan tindakan yang menyerang perjuangan,” ujar Ahmad dikutip Pojoksatu.id dari instagram @resetfeeds 13/3/2026
Menurut Ahmad, perubahan sikap Rismon terlihat sangat kontras dibandingkan sikap sejumlah pihak lain yang sebelumnya juga sempat bertemu Jokowi di Solo.
Baca Juga: Dimaafkan Wapres Gibran, Rismon Sianipar Juga Dikasih Parsel Lebaran Walau Beragama Kristen
Ia menilai ada pihak yang tetap konsisten dengan pandangannya, namun tidak sampai menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Kita tahu sebelumnya sudah ada dua orang yang bertandang ke Solo masih konsisten tidak meminta maaf kepada Jokowi,” katanya.
Karena itu Ahmad menilai langkah Rismon yang tiba-tiba meminta maaf melalui media justru terlihat janggal.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Haji 2026
Ia juga menyoroti pengakuan Rismon yang kini menyebut ijazah Jokowi asli, sementara menurutnya belum ada putusan pengadilan yang secara resmi memutus sengketa tersebut.
“Dia merengek-rengek lewat media mengajukan minta maaf kepada Saudara Joko Widodo,” ujar Ahmad.
Dalam pernyataan yang sama, Ahmad juga menilai sikap tersebut bertentangan dengan pernyataan Rismon sebelumnya.
“Dia mengevaluasi penelitiannya yang dianggap keliru dan hari ini mengakui ijazahnya asli,” katanya lagi.
Bagi Ahmad, perubahan sikap tersebut justru tidak sejalan dengan narasi perjuangan yang selama ini disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Haji 2026
Ia bahkan menegaskan bahwa kehilangan orang yang berubah sikap bukanlah masalah dalam sebuah perjuangan.
“Kehilangan pengkhianat bukanlah aib bagi kami, justru itu bagian dari pembersihan perjuangan,” tegasnya.
Sebelumnya, Rismon Hasiholan Sianipar memang sempat menjadi sorotan setelah menyampaikan klarifikasi terkait temuannya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.
Dalam pernyataan klarifikasinya, Rismon mengakui bahwa temuan yang pernah ia sampaikan sebelumnya ternyata keliru.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Haji 2026
Ia juga menyadari bahwa polemik yang muncul dari pernyataan tersebut sempat memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.
Karena itu, Rismon kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden Jokowi dan keluarganya.
Langkah tersebut langsung memicu beragam reaksi publik.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Haji 2026
Sebagian menilai permintaan maaf itu sebagai langkah yang tepat untuk meredakan polemik, sementara sebagian lainnya mempertanyakan perubahan sikap tersebut.***




