POJOKSATU.id - Di tengah meningkatnya bencana alam dan krisis iklim yang menghantam berbagai daerah.
Muncul kembali satu nama yang pernah menjadi tumpuan harapan banyak orangDoni Monardo.
Mantan Kepala BNPB dan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 itu telah berpulang pada 3 Desember 2023.
Baca Juga: Berikut Daftar 4 Universitas yang Resmi Buka Program S3 PJJ!
Namun jejak kerjanya masih begitu kuat hingga membuat publik kembali merindukan sosoknya.
Kerinduan itu bukan tanpa alasan. Dalam setiap krisis yang datang bertubi-tubi mulai dari banjir bandang, tanah longsor.
Hingga pandemi mematikan Doni selalu tampil dengan karakter yang jarang dimiliki pejabat publik cepat, jelas, dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Sikapnya yang tegas, gaya komunikasinya yang lugas, serta keputusannya yang tak menunggu perintah panjang.
Membuat publik merasakan negara hadir ketika situasi berada pada titik paling gelap.
Figur yang Selalu “Ada” Saat Negara Guncang
Saat pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia awal 2020, Doni langsung ditunjuk sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Dalam fase kritis itu, ia menjadi wajah utama pemerintah dalam menyampaikan data, kebijakan, hingga peringatan kepada masyarakat.
Ia dikenal tidak pernah meninggalkan kantor BNPB, bahkan memilih tidur di ruang kerjanya demi memastikan setiap langkah penanganan berjalan cepat.
Tegasnya Doni juga tampak dalam berbagai penanganan bencana alam.
Ketika banjir bandang menerjang, ketika gempa mengguncang, atau ketika desa-desa terisolasi longsor, ia kerap muncul paling awal di lokasi.
Ia turun langsung ke wilayah terdampak untuk melihat kebutuhan warga, memeriksa jalur logistik, dan memimpin koordinasi bersama pemerintah daerah.
Sikap ini membuatnya dihormati bukan hanya oleh struktur birokrasi, tetapi juga oleh masyarakat yang merasakan kehadirannya secara nyata.
Publik Merindukan Kecepatan dan Ketegasannya
Kerinduan ini kembali muncul terutama saat bencana besar kembali terjadi dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Bencana atau Ulah Mafia? Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Picu Kecurigaan Besar
Media sosial dipenuhi komentar warga yang menyebut bahwa Doni adalah figur yang selalu memberikan informasi jelas dan tidak berputar-putar.
Banyak yang membandingkan gaya penanganan masa kini dengan pendekatan Doni yang dianggap lebih langsung, terbuka, dan sigap.
Di tengah maraknya informasi simpang siur saat bencana, publik merasa kehilangan sosok pejabat yang mampu memberi arahan yang meyakinkan tanpa menimbulkan kebingungan.
Baca Juga: Bencana atau Ulah Mafia? Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Picu Kecurigaan Besar
Ketika Doni masih aktif, setiap konferensi persnya dinilai sebagai momen mendapatkan kejelasan.
apa yang terjadi, apa yang harus dilakukan, dan apa langkah pemerintah selanjutnya.
Warisan yang Masih Relevan
Meski telah tiada, prinsip kerja Doni Monardo masih menjadi rujukan bagi banyak kalangan kecepatan, koordinasi lintas lembaga, dan penanganan berbasis data.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang selalu menekankan pentingnya mitigasi bencana dan edukasi masyarakat, bukan sekadar menunggu bencana terjadi lalu bereaksi.
Baca Juga: Bencana atau Ulah Mafia? Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Picu Kecurigaan Besar
Kini, ketika Indonesia menghadapi ancaman krisis yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, intensitas bencana meningkat
Dan kesadaran publik atas pentingnya mitigasi makin tinggi, nama Doni Monardo kembali disebut sebagai contoh kepemimpinan yang dibutuhkan.
Kerinduan terhadap Doni pada dasarnya adalah kerinduan terhadap rasa aman.
Baca Juga: Lamban Tangani Banjir, DPRD Minta Bupati Langkat Copot Kepala BPBD
Publik rindu sosok yang hadir, bukan sekadar terlihat bekerja, bukan hanya berbicara dan berdiri di garis depan, bukan di balik meja rapat.
Warisan itu yang membuat sosoknya tetap hidup dalam ingatan banyak orang hingga hari ini.***




