POJOKSATU.id - Saling sentil antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna mendapat sorotan.
Netizen sampai menyebut ternyata kepala daerah seperti kelakuan warga saja, saling sindir di media sosial.
Hal itu berawal ketika Ridwan Kamil mengomentari sebuah unggahan di salah satu akun Instagram yang menukil pernyataan Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Postingan itu sendiri berisi pernyataan Bupati Dadang yang mengusulkan rencana pembangunan jalan layang Bojongsoang untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.
Dalam pernyataannya ke media, Dadang menilai Gubernur Ridwan Kamil terlalu fokus pada pembangunan di Kota Bandung dibandingkankan wilayah Kabupaten Bandung.
Foto yang diunggah akun @prfmnnews itu berisi bertuliskan "Usul Bangun Flyover Bojongsoang, Bupati Bandung ke Ridwan Kamil: Jangan Urus Kota Saja Pak".
Unggahan itu pun langsung mendapat tanggapan dari Ridwan Kamil melalui komentar.
Menurut RK, usulan tersebut seharusnya dilakukan dengan baik-baik seperti kabupaten lain dan didahului dengan kajian.
"Atuh tinggal meminta baik-baik, seperti kabupaten lain. Siapkan kajian bahwa itu dibutuhkan. Masukan ke Bapeda. Diproses. Sederhana," komen Ridwan Kamil melalui akun instagram pribadinya.
Mendapat komentar tegas dari Gubernur Jabar, nyali Bupati Dadang tak menciut. Ia kemudian membalas komentar RK dengan jawaban telak.
"Sudah saya sampaikan semenjak dilantik tahun 2021," tulis Dadang.
Sahrul Gunawan ikut nimbrung
Saat Ridwan Kamil dan Dadang Supriatna saling sentil, Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan pun ikut nimbrung berkomentar.
"Sudah ada prosedurnya, sudah waktunya Kabupaten Bandung rada gaul ah, baik ke provinsi ataupun ke pusat."
"Dan hrs lbh memahami lg apa itu konsep pentahelix, dmn pemerintah itu adalah operatornya" tulis akun instagram @Sahrulgunawanofficial dalam komentar postingan @infotidayeuhkolot.
Tanggapan Dadang Supriatna
Unggahan tersebut juga dibanjiri komentar beragam dari warganet khususnya warga Jawa Barat.
Menanggapi hal itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna membenarkan jika Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung sudah mengajukan pembanguan jalan layang Bojongsoang-Baleendah.
Pihaknya telah menyampaikan secara lisan maupun tertulis kepada Pemprov Jabar seperti yang diminta Ridwan Kamil.
"Sudah menyampaikan secara lisan maupun tertulis ke beliau. Persoalan harus DED, segala macam, itu kan jalan provinsi."
"Kalau misalnya harus bikin DED, itu kan kewenangannya provinsi, kenapa harus balik lagi ke Kabupaten," kata Dadang dikutp pojoksatu.id dari Kompas.com pada Selasa (21/2/2023).
Bupati Bandung itu juga membenarkan bahwa dirinya telah menyampaikan kalimat yang memancing Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bereaksi.
"Memang saya kemarin sempat menyampaikan, jangan Kota Bandung saja yang diurus, yang Kota Bandung fly over Kiaracondong sudah selesai. Kabupaten Bandung kapan?" ucap Dadang menirukan komentarnya.
Bahkan ia menyampaikan, Jawa Barat tidak hanya Kota Bandung, dan Ada 27 kota dan kabupaten Bandung yang perlu diperhatikan.
"Ingat Jawa Barat itu bukan Kota Bandung saja, tapi ada 27 Kota dan Kabupaten Bandung di Jawa Barat. Kalau bisa ini duduk bersama dan meminta keadilan dalam anggaran. Jangan ditempatkan di satu daerah saja," ujar Dadang.
Kata analis komunikasi politik
Menanggapi saling sental pejabat Kepala Daerah, analis komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyayangkan sikap keduanya yang menyampaikan persoalan tersebut melalui media sosial.
"Jangankan buat pejabat, buat rakyat biasa saja membawa urusan personal ke media sosial tidak pas," kata Hendri dikutip Kompas.com, pada Rabu (22/2/2023).
Menurut Hendri, harusnya Ridwan Kamil maupun Dadang memperbaiki komunikasinya satu sama lain.
Hendri menduga, ada kemungkinan Pemkab Bandung sudah mengusulkan pembangunan Fly over itu, tetapi belum ada direspons dari Pemprov Jawa Barat, sehingga muncul lah pernyataan tersebut.
Hendri juga menyebut pernyataan Dadang juga mungkin ada benarnya, karena berkaitan dengan rencana istri Ridwan Kamil maju di Pilwakot Bandung.
"Mungkin juga ada aroma-aroma kompetisi, kan sudah jadi rahasia umum, istri gubernur akan maju di Pilwakot Bandung di 2024," jelas dia.
"Jadi aroma persaingan mungkin mulai terjadi hari ini. Mestinya mereka memahami kepentingan orang banyak harus didahulukan," sambungnya. (Asep Bahar/pojoksatu)




