POJOKSATU.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) berhasil menuntaskan kerja politiknya selama lima tahun (2018-2023).
Per hari ini, Selasa 5 September 2023, RK harus “angkat kaki” dari Gedung Pakuan kembali ke rumahnya dan menjadi rakyat biasa.
RK terbilang sukses dan mulus selama memimpin Jabar yang populasinya terpadat di Indonesia.
Mengutip dokumen Provinsi Jabar dalam Angka tahun 2023, jumlah penduduk Jabar pada 2022 berjumlah 49.405.810 jiwa, naik 623.410 jiwa di tahun 2021.
Baca Juga: Bey Machmudin Resmi Jadi Gubernur Jawa Barat Gantikan Ridwan Kamil
Selama memimpin Jabar, RK berupaya menghadirkan akses pendidikan dan kesehatan sebagai layanan dasar utama, hal ini tampak dari Usia Harapan Hidup (UHH) warga Jabar terus meningkat dalam lima tahun terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, UHH Jabar mencapai 72,66 persen kemudian pada 2022 angkat tersebut naik mencapai 73,52 persen.
Selama masa kepemimpinannya, RK terus berupaya menghapus kesenjangan dan menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Jawa Barat.
Itu dilaksanakan melalui sejumlah program yang dijalankan untuk mewujudkan Jabar Juara lahir batin.
Capaian yang diraih terlihat dari sejumlah sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga transformasi digital dan reformasi birokrasi.
Baca Juga: Laporan Kekayaan Ridwan Kamil Selama Memimpin Jabar, Bisa Kebeli Ini
Legacy RK
Menurut kamus Merriam–Webster, makna legacy bisa dilihat dari dua perspektif. Pertama legacy bermakna sebagian uang atau harta fisik yang diwariskan kepada seseorang.
Kedua legacy sebagai sesuatu yang dialihkan oleh generasi pendahulu kepada generasi berikutnya.
Kamus Merriam-Webster mengartikan legacy dalam dua perspektif.
Perspektif pertama adalah legacy sebagai uang atau harta fisik yang diwariskan kepada seseorang.
Sementara perspektif kedua bersifat lebih luas, yakni legacy sebagai sesuatu yang dialihkan oleh generasi pendahulu kepada generasi berikutnya.
Sementara legacy seorang pejabat publik atau politisi dapat bervariasi tergantung pada tindakan, kebijakan, dan kontribusi yang mereka lakukan selama masa jabatan mereka.
Berikut ini 10 program yang menjadi legacy seorang Ridwan Kamil dikutip dari portal jabarprov.go.id.
1. Kolecer (Kotak Literasi Cerdas)
Merupakan perpustakaan mini yang dihadirkan di jalur-jalur pejalan kaki.
Dirancang dengan bentuk seperti kotak telepon, Kolecer bisa menampung hingga 80 buku yang berasal dari instansi, yayasan, hingga masyarakat yang ikut menyumbangkan buku.
Kehadiran Kolecer diharapkan dapat meningkatkan minat dan indeks baca masyarakat Jawa Barat.
Kini akses buku menjadi lebih mudah tanpa harus berkunjung ke perpustakaan umum.
Baca Juga: Resmikan Gedung Pusat Pencak Silat Jabar, Ridwan Kamil: Wajah Kebudayaan Indonesia
2. Jabar Masagi
Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter berbasis budaya yang dapat menguatkan dan mempersiapkan generasi muda Jawa Barat untuk menghadapi persaingan global di masa depan.
Pelajar di Jawa Barat mulai dari siswa SMA, SMK, dan SLB akan dibekali kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), dan belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata).
3. Pembentukan Lembaga Ekonomi Kreatif
Pembentukan lembaga ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Barat.
Ini melalui penyampaian aspirasi agar keputusan di lingkungan Pemdaprov Jabar sesuai dengan arah perkembangan ekonomi kreatif nasional maupun dunia
4. Jabar Future Leader (Ajudan Gubernur)
Melalui program ini, peserta yang terpilih akan mendapatkan kesempatan selama satu minggu menjadi ajudan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Selama menjadi ajudan, peserta dapat belajar tentang kepemimpinan hingga cara mengambil keputusan penting.
Tujuan Program Jabar Future Leaders adalah untuk membentuk calon pemimpin yang berintegritas di masa depan.
Para peserta juga diharapkan mampu menjadi duta pemerintah dalam mengenalkan proses penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan di Jawa Barat kepada masyarakat luas.
5. Patriot Desa
Patriot Desa Merupakan kegiatan pemberdayaan pemuda-pemudi Jawa Barat sebagai kader penggerak desa.
Patriot Desa bertugas melaksanakan pendampingan dengan skema live-in di desa-desa penempatan dengan BUMDes yang belum aktif.
Para Patriot Desa diharapkan mampu melakukan asistensi, pengorganisasian, memberikan pengarahan, hingga bertindak sebagai fasilitator dalam pengembangan ekonomi berdasarkan potensi desa serta mengaktifkan kembali fungsi BUMDes.
Baca Juga: Ridwan Kamil Terima Penghargaan Gubernur Insiator Pasagi dari KPID
6. Desa Digital
Desa Digital Desa Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet.
Ini dilaksanakan untuk pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses serta pelayanan informasi.
Melalui peningkatan literasi digital, masyarakat dapat memanfaatkan akses internet untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam berbagai aspek.
Antara lain, pengelolaan lingkungan, ekonomi, pendidikan, peluang inovasi, dan stabilitas sosial.
7. One Pesantren One Product
One Pesantren One Product (OPOP) Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui pengembangan produk unggulan, koperasi, serta bidang usaha yang dijalankan oleh para santri.
Pondok pesantren terpilih akan mendapatkan pembinaan untuk pengembangan usaha, bersinergi dalam jaringan bisnis potensial, hingga nantinya dapat berhasil menjadi pondok pesantren mandiri.
OPOP juga memberikan peluang pemasaran yang luas dengan menyediakan pembeli (off-taker) bagi produk-produk unggulan pesantren.
8. Sadhesa (Satu Desa Satu Hafidz)
Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) Sebagai upaya mewujudkan generasi Jabar Qurani, Pemdaprov Jabar membentuk Program Sadesha.
Melalui pelatihan ini, diharapkan minat generasi muda dalam membaca Al-Quran semakin meningkat dan melahirkan hafidz/hafidzah desa yang terus bertambah.
Sebagai bentuk pengembangan program, para hafidz/hafidzah lulusan Diklat Sadesha akan diperbantukan di desa-desa untuk melatih anak-anak lainnya menjadi penghafal Al-Quran.
Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Pimpin Ikrar Janji Setia Pimpinan NII Kembali ke NKRI
9. Citarum Harum
Citarum Harum Program Citarum Harum merupakan upaya Pemdaprov Jabar dalam mengatasi pencemaran air sungai.
Mengusung konsep pentahelix, pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari level pusat, daerah, dan kelembagaan lainnya.
Terdapat 13 Program Rencana Aksi Citarum Harum, diantaranya mengenai penanganan limbah, sampah domestik, penegakan hukum, hingga edukasi masyarakat.
10. One Village One Company
One Village One Company Payung program yang bertujuan untuk memandirikan desa dengan optimalisasi potensi sumber daya, baik manusia dan alamnya, melalui pemanfaatannya oleh BUMDes.
OVOC berperan dalam proses pendampingan dan penguatan sinergi multistakeholder desa.
Sebagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut, OVOC melibatkan peran pemuda-pemudi untuk menjadi kader penggerak lewat Program Patriot Desa dan CEO BUMDes.***



