POJOKSATU.id, JAKARTA-- Amnesty International Indonesia menyarankan partai politik dan para capres jangan hanya fokus mempermasalahkan format debat cawapres yang dirubah oleh KPU.
Harusnya para capres dan cawapres mulai sibuk mempersiapkan materi debatnya dengan fokus mengangkat isu- isu pelanggaran HAM berat masa lalu.
"Seharusnya memanfaatkan masa persiapan debat saat ini dengan lebih mematangkan materi yang akan didebatkan, khususnya bagaimana mengutarakan komitmen untuk menghormati dan melindungi hak asasi manusia (HAM)," kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia dalam keterangannya, Rabu (6/12/2023).
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Habis-habisan Biaya Pembangunan IKN, Lebih Baik Buat Guru Honorer
Usman menyayangkan memasuki akan diselenggarakan putaran debat, para elite politik maupun tim pemenangan para paslon malah sibuk meributkan soal tidak adanya sesi debat khusus cawapres, sesi debat khusus berbahasa Inggris, dan sebagainya.
Padahal, kata dia, berubahnya format debat Pilpres itu tidak terlalu penting dipermasalahkan. Apalagi itu merupakan masalah teknis.
"Seperti kekerasan aparat keamanan, pelanggaran HAM berat masa lalu, dan pembungkaman kebebasan berekspresi yang masih belum terselesaikan," tuturnya.
"Inilah yang seharusnya mulai sibuk didebatkan oleh para elite politik dan tim pemenangan ketiga paslon," tambahnya lagi.
Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengungkap alasan mengubah format debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) berbeda dari pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
Pada Pilpres 2019, lima kali debat capres-cawapres digelar dengan komposisi satu kali debat khusus cawapres, dua kali khusus capres, dan dua kali dihadiri capres-cawapres
Pada Pilpres 2024, sesuai UU Pemilu, ada tiga kali debat capres dan dua kali debat cawapres.
Kemudian, pada Pemilu 2024, cawapres turut mendampingi pasangannya saat debat capres. Demikian halnya saat debat cawapres.
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menjelaskan bahwa ketentuan itu diterapkan supaya pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing capres-cawapres bahu-membahu satu sama lain dalam penampilan debat.
"Sehingga, kemudian supaya publik makin yakin lah teamwork (kerja sama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat," kata Hasyim kepada wartawan, Kamis (30/11/2023).***



