POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ribuan aparatur desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Pantauan di lokasi, ribuan massa APDESI itu terlihat membakar ban bekas, spanduk, hingga botol-botol minuman plastik di depan gerbang pintu utama DPR.
Bahkan, ada sejumlah massa APDESI yang melempari botol-botol plastik ke arah aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.
Tak berlangsung lama, aksi bakar ban dan lempar botol plastik berhasil diredam oleh aparat kepolisian yang berjaga.
Baca Juga: Soal Politik Dinasti di Yogyakarta, Cak Imin Minta Ade Armando Belajar Sejarah
Dalam aksinya, Apdesi menuntut pengesahan Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Itu setidaknya terlihat dari spanduk-spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Sahkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa”.
Sebelumnya, Poles Metro Jakarta Pusat menerjunkan anggotanya untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi Apdesi di depan Gedung DPR RI hari ini.
Pengawalam kali ini, pihak kepolisian menerjunkan 1.800 personil gabungan dari Polri dan TNI.
"Kami menerjunkan 1.800 personil gabungan untuk mengawal aksi ini," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam keterangannya, Selasa (5/12/2023).
Kombes Susatyo mengimbau agar massa untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya. Dia juga mewanti-wanti para massa tidak ada yang masuk dan menutup jalan tol di depan Gedung DPR/MPR RI.
"Silakan sampaikan aspirasi secara tertib dan damai," tegasnya.
Selain itu, Kombes Susatyo juga mengingatkan kepada seluruh personil agar melakukan pengamanan dengan persuasif, humanis serta jangan sampai terpancing emosi sehingga melanggar aturan- aturan aksi.
"Pengamanan hari ini dengan persuasif, humanis serta jangan sampai terpancing emosi," ujarnya.
"Semoga aksi hari ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya," tandasnya.***



