POJOKSATU.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan penyempurnaan sistem operasional agar program pemenuhan pangan tepat sasaran dan berintegritas tinggi.

Ke depan, arah kebijakan lembaga akan diarahkan untuk jauh lebih fokus memprioritaskan kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus.

Kelompok prioritas utama tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah lima tahun (balita), serta anak-anak usia PAUD.

Melalui pemfokusan ini, intervensi gizi sejak dini diharapkan dapat berjalan secara optimal demi mencegah angka stunting.

Baca Juga: Amalan Muharram yang Tidak Ada Dalilnya, Banyak Beredar tapi Perlu Diwaspadai

Penajaman target sasaran ini dinilai jauh lebih efektif daripada membagikan bantuan secara merata tanpa melihat urgensi kondisi fisik penerima.

Di sektor hilir, penataan manajemen dapur umum yang menjadi tulang punggung distribusi pangan juga tidak luput dari pembenahan.

Skema pemberian insentif operasional dapur nantinya tidak lagi menggunakan sistem rata atau flat seperti periode sebelumnya.

Nilai insentif yang diturunkan akan disesuaikan secara dinamis dengan kualitas hidangan serta jumlah riil penerima di lapangan.

Baca Juga: Tengah Sorotan Publik, Aliansi BEM Bersatu Dukung MBG, Anggap Kebutuhan Mendasar Masyarakat

Guna menghemat biaya pemeliharaan, unit-unit dapur yang berukuran kecil dan kurang produktif berencana akan digabung atau ditutup.

Restrukturisasi fasilitas produksi ini diharapkan mampu meningkatkan standar higienitas serta mutu makanan yang dihasilkan secara massal.

Komitmen pembenahan menyeluruh ini juga menyentuh aspek pengawasan internal korporasi dan transparansi data secara ketat.

Seluruh jajaran pegawai BGN kini dilarang keras untuk memiliki atau terlibat dalam kepentingan bisnis pribadi di ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Demi menekan potensi penyimpangan, data penerima manfaat secara berkala akan dibuka secara transparan agar bisa diakses langsung oleh publik.

Keterbukaan informasi ini bertujuan memfasilitasi masyarakat luas untuk ikut mengawasi jalannya penyaluran bantuan secara objektif.

Melalui tata kelola yang bersih dan akuntabel, BGN bertekad membangun kepercayaan publik yang kuat terhadap keberlanjutan program gizi nasional.***