POJOKSATU.di - Keluarga Sunhaji penjual es teh menanggapi mundurnya Miftah Maulana dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Buntut perkara melontarkan kata-kata kasar terhadap penjual es teh bernama Sunhaji berakhir dengan pengunduran diri Miftah Maulana.
Pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman sebelumnya telah ditegur Prabowo melalui Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya.
Teguran ini merupakan buntut kata "goblok" yang ia lontarkan kepada pedagang es teh bernama Sunhaji.
Pria yang akrab disapa Gus Miftah tersebut akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya dengan alasan karena rasa hormat kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: 4 Pemuda Mabuk Jual Tanah ke Kepala Desa Sambil Todongkan Senjata Api, Berakhir Diringkus Polisi
Kabar mundurnya Miftah Maulana tersebut pun telah diketahui oleh pihak keluarga Sunhaji.
Mereka mengaku merasa kasihan terhadap Miftah Maulana karena menurut mereka kesalahan yang dilakukannya tidaklah fatal.
"Kasihan lah, itu bukannya kesalahan fatal," kata Muchtar, kakak ipar Sunhaji dilansir dari Liputan6.
"Cuma ya bahasanya Gus Miftah kayak gitu," sambungnya.
Lebih lanjut, pihak keluarga Sunhaji menyampaikan telah memaafkan kesalahan Miftah Maulana
Sementara itu, dalam pernyataannya Miftah Maulana mengatakan keputusan mundur itu dilakukan tanpa ada tekanan dari siapa pun.
"Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapa pun, bukan karena permintaan siapa pun," ujar Miftah Maulana di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 6 Desember 2024.
Ia juga memilih memaknai keputusan mundur sebagai Utusan Khusus Presiden sebagai langkah penting dalam berkontribusi untuk negara
"Ini bukanlah sebuah akhir ataupun langkah mundur, melainkan langkah awal untuk terus berkontribusi kepada bangsa dan negara dengan cara yang lebih luas dan beragam," sambungnya.***



