POJOKSATU.id, MEDAN - Rumah Sakit Bhayangkara TK II Mas Kadiran Medan, yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, diresmikan Kepala Kepolisan Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada Rabu (5/7/2023).
Dalam peresmian tersebut Kapolri berharap kehadiran rumah sakit TK II Mas Kadiran ini dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut).
Turut hadir Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin serta para pejabat lainnya.
Kapolri mengatakan bahwa Rumah Sakit TK II Mas Kadiran Medan diharapkan benar-benar melakukan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di Sumatera Utara.
BACA JUGA: Tembus 20 Orang, Ini Daftar Jemaah Haji Asal Sumut yang Wafat Selama Proses Ibadah Haji 2023
"Saya harapkan rumah sakit ini betul-betul bisa melakukan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan ini akan menjadi rumah sakit One Stop Service. Harapannya masuk, sembuh dan tak perlu di rekomendasikan ke rumah sakit lainnya. Ini harapan kita semua," ujar Listyo.
Kapolri juga berharap kedepannya rumah sakit ini tidak hanya untuk anggota-anggota Polri. Namun, untuk masyarakat umum.
"Selain untuk anggota, tentunya harapan kita rumah sakit ini juga melayani masyarakat di Sumatera Utara. Harapan kita tidak hanya tingkat II namun kedepan akan menjadi rumah sakit tingkat I," harap Listyo.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menuturkan bahwa peresmian pengembangan Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran di Sumatera Utara ini renovasi rumah sakit yang merupakan implementasi dari program Presisi.
"Khususnya transformasi operasional yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan kesehatan khususnya kepada anggota Polri dan masyarakat," ucapnya.
BACA JUGA: Mapolres Pematang Siantar Direnovasi, Berharap Tingkatkan Kapabilitas dan Efisiensi Pelayanan Kepolisian ke Masyarakat
Panca menambahkan rumah sakit ini berdiri sejak tahun 1966 dimula dari kawasan Putri Hijau, Kota Medan. Kemudian tahun 1972 dipindahkan ke Jalan KH Wahid Hasyim Medan.
Lahan yang sebelumnya dimiliki oleh rumah sakit sekitar 5.821 meter per segi dengan luas bangunan kurang lebih 4676,5 meter persegi seiring dengan pemindahan Makosat Brimob Polda Sumut ke Sampali pada 30 Oktober 2022.
"Maka, dilakukan Renovasi rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran. Maka dibangun beberapa fasilitas dan saran baru untuk rumah sakit dengan anggaran 8,74 miliar rupiah bersumber dari BLU dan efesiensi dipa Polda Sumut yang diarahkan untuk pengembangan rumah sakit ini," terangnya.
Adapun fasilitas baru yang dimiliki oleh Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran antara lain, ruang IGD yang berkapasitas 13 tempat tidur. Gedung utama perkantoran meliputi ruang para pejabat dan staf, ruang rapat serta Aula. Instalasi rawat jalan, poliklinik spesialis yang dapat mendukung pelayana 23 poliklinik dokter spesialis dan Sub spesialis.
BACA JUGA: MUI Sumut Investigasi Terkait Viralnya Perempuan Jadi Imam Salat Laki-laki di Langkat, Ini Faktanya
Kemudian pavaliun rawat inap VVIP dengan kapasitas saat ini 4 kamar tidur dari 16 kamar tidur. Kemudian ruang rawat inap catur Prasetya yang merupakan fasilitas pendukung instalasi gawat darurat dengan kapasitas 14 tempat tidur.
"Total seluruh kamar yang tersedia di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran ini sebanyak 205 tempat tidur didukung 343 orang tenaga kesehatan," ungkap Panca.
Panca menambahkan, melalui pengembangan rumah sakit saat ini akan mampu memberikan pelayana kesehatan yang berkualitas kepada pegawai negeri, Polri dan masyarakat Sumut khususnya Medan serta dapat menjadi rumah sakit rujukan Polri di Pulau Sumatera.
"Hal ini didukung oleh seluruh stakeholder terkait seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja," tandas Panca.(TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Sempat Merosot 20% pada April 2023, BPS Mencatat Nilai Ekspor Impor Sumut Kembali Meningkat Pada Mei 2023




