POJOKSATU.ID - Rencana pengadaan meja biliar dan alat gym untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik dan aksi demonstrasi dari sejumlah massa.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh massa yang tergabung dalam Generasi Muda Institut (GMI) di depan Gedung DPRD Sumsel pada Kamis (12/3/2026).
Mereka menilai penggunaan anggaran negara untuk fasilitas hiburan di rumah dinas pejabat tidak memiliki urgensi dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Baca Juga: 'Tunggu Aku Sukses Nanti', Film Keluarga yang Menggugah Hati Tayang Lebaran 2026
Koordinator aksi GMI, Eko Wahyudi, menegaskan bahwa pengadaan fasilitas hiburan dengan menggunakan dana publik dapat memicu penilaian bahwa fasilitas negara dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, rencana pengadaan meja biliar dengan dana yang berasal dari pajak masyarakat dianggap tidak relevan dengan tugas utama lembaga legislatif.
“Pengadaan fasilitas hiburan seperti meja biliar tidak memiliki hubungan langsung dengan fungsi kerja DPRD. Hal ini berpotensi memunculkan persepsi arogansi kekuasaan,” ujar Eko.
Baca Juga: Outfit Lebaran 2026 untuk Paksu Tercinta: 5 Inspirasi Gaya Pria yang Rapi, Nyaman dan Stylish
Dalam data yang beredar, anggaran untuk pengadaan dua unit meja biliar tersebut mencapai Rp486,9 juta.
Selain itu, terdapat pula rencana pengadaan alat gym untuk rumah dinas pimpinan DPRD dengan nilai sekitar Rp395 juta.
Rencana penggunaan anggaran tersebut sebelumnya menjadi perbincangan luas di masyarakat setelah informasinya beredar di media sosial.
Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), anggaran meja biliar terbagi dalam dua pengadaan.
Satu meja biliar untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel dianggarkan sekitar Rp151 juta. Sementara satu unit lainnya untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, mencapai sekitar Rp335,9 juta.
Selain meja biliar dan alat gym, dokumen tersebut juga memuat sejumlah rencana pengadaan fasilitas lain di rumah dinas pimpinan DPRD.
Di antaranya pengadaan heat pump senilai Rp776 juta, lampu hias Rp604,6 juta, serta sound system dengan anggaran sekitar Rp200 juta.
Menanggapi tuntutan massa aksi, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumatera Selatan, Yansuri, menyatakan bahwa pada prinsipnya rencana pengadaan meja biliar dan alat gym tersebut akan dibatalkan.
Ia menyebut sebagai anggota Banggar dirinya dapat mengusulkan agar anggaran tersebut tidak dilanjutkan.
“Pada prinsipnya anggaran ini akan kita batalkan. Saya sebagai anggota Banggar bisa mengusulkan itu untuk dibatalkan,” kata Yansuri saat menerima perwakilan massa aksi.
Namun demikian, ia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai proses pembahasan hingga rencana pengadaan fasilitas tersebut masuk dalam sistem SIRUP.
Baca Juga: Wapres Gibran Terima Permintaan Maaf Rismon Sianipar, Ramadhan Sangat Baik Saling Memaafkan
Ia juga tidak menyebut pihak yang pertama kali mengusulkan pengadaan fasilitas tersebut.
Massa GMI menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan dalam beberapa hari ke depan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara jelas oleh pihak DPRD.***




