POJOKSATU.ID – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan rencana impor 105 ribu unit kendaraan pick up dari India tetap berjalan meski menuai polemik di ruang publik.
Pernyataan itu disampaikan Joao menyusul munculnya kabar mengenai adanya permintaan penundaan impor dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Namun, hingga saat ini, menurutnya, belum ada keputusan resmi dari pemerintah yang menyatakan penundaan terhadap kebijakan tersebut.
Baca Juga: Jaksa Agung Ingatkan Jaksa Jaga Marwah, Waspada Serangan Balik Koruptor yang Bisa Guncang Institusi
“Sejauh ini belum ada keputusan resmi untuk menunda impor tersebut,” ujar Joao, dikutip dari instagram @katadatacoid Selasa (24/2).
Ia menjelaskan bahwa sebagai pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dirinya dan perusahaan sepenuhnya tunduk pada kebijakan pemerintah dan keputusan negara.
Setiap langkah strategis yang diambil, termasuk kebijakan impor kendaraan, dilakukan berdasarkan aturan dan kontrak yang sah.
Joao juga menyampaikan bahwa dirinya memahami adanya kekhawatiran atau kritik dari sejumlah pihak terkait rencana impor 105 ribu unit pick up tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil tidak boleh didasarkan pada tekanan individu maupun kelompok tertentu.
“Saya melihat bahwa Pak Dasco minta untuk ditunda. Jadi pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa dokumen yang sudah saya punya ini, ditambah dengan kontrak,” ujarnya.
Menurut Joao, transparansi menjadi hal penting agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Ia mengaku akan berupaya menemui langsung pimpinan DPR untuk menjelaskan secara rinci dokumen serta kontrak yang dimiliki Agrinas Pangan Nusantara.
Langkah tersebut, kata dia, bertujuan agar seluruh pihak mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang, bukan hanya berdasarkan satu sisi pandangan saja.
Dengan komunikasi terbuka, ia berharap polemik yang muncul bisa disikapi secara objektif.
Rencana impor kendaraan pick up dalam jumlah besar ini sebelumnya memicu sorotan karena dinilai berdampak pada industri otomotif dalam negeri.
Meski demikian, pihak Agrinas menegaskan bahwa seluruh kebijakan telah melalui perhitungan matang sesuai kebutuhan operasional dan pertimbangan bisnis.
Joao kembali menegaskan bahwa Agrinas sebagai BUMN memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang sejalan dengan keputusan negara.
Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Massa Demo Polda DIY Buntut Tewasnya Siswa MTsN Kota Tual di Tangan Brimob Bripda Mesias Siahaya
Dengan belum adanya keputusan resmi terkait penundaan, rencana impor 105 ribu pick up dari India tersebut tetap berjalan sebagaimana direncanakan.
Polemik yang berkembang pun diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan penyampaian data yang transparan.***




