POJOKSATU.id, Medan- Dihari ketiga pencarian, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Medan menemukan remaja berusia 14 tahun yang hanyut di Sungai Denai dalam kondisi meninggal dunia.
“Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 17 Km,” ujar Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Medan, Sariman Sitorus, Jumat (3/2/2023).
Sariman mengungkapkan awal peristiwa itu terjadi, saat korban mandi bersama adiknya di Sungai Denai pada Rabu (1/2/2023) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Tiba-tiba korban terseret arus sungai yang cukup deras, warga sekitar melihat korban hanyut, namun adiknya tidak menyadari hal tersebut.
“Saat itu sejumlah warga berusaha melakukan pertolongan, namun korban hilang terbawa arus sungai yang cukup deras saat itu,” ujarnya
Sejumlah warga berusaha melakukan pertolongan. Namun korban hilang terbawa arus sungai yang cukup deras saat itu. Hilangnya korban langsung dilaporkan ke kantor Basarnas Medan.
BACA JUGA: Enam Santri Syekh Ahmad Basyir Terbawa Arus Sungai Parsariran Batang Toru, Satu Orang Meninggal Dunia
Mendapat laporan itu, Basarnas langsung melakukan pencarian. Korban berhasil ditemukan setelah memasuki hari ketiga dengan menggunakan perahu LCR milik Basarnas Medan, perahu LCR milik BPBD Medan, dan perahu rafting milik Potensi SAR JSI.
“Pencarian memasuki hari ketiga dimulai dari lokasi awal korban hanyut menuju hilir sungai dengan menggunakan teknik manuver secara zig-zag selanjutnya melakukan penyisiran menuju hilir sungai,” kata dia.
"Korban akhirnya ditemukan Jumat pagi sekitar pukul 09.45 WIB,” tutup Sariman (TIK/pojoksatu)




