POJOKSATU.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan rel kereta api di lintas Medan–Binjai amblas.

Akibat kerusakan ini, sebanyak 17 perjalanan KA Srilelawangsa terpaksa dibatalkan pada Kamis (27/11/2025).

Kondisi tersebut membuat aktivitas transportasi warga di dua kota tersebut lumpuh dan memicu lonjakan keluhan dari penumpang yang bergantung pada kereta sebagai moda harian.

Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Siap! Magang Nasional Batch 3 Jadi Gerbang Karier Profesional

Kerusakan rel terjadi di titik KM 15+5/6 antara Medan dan Binjai.

Banjir yang merendam area sekitar membuat struktur tanah di bawah rel terkikis hingga ambles.

PT Railink selaku operator menyatakan jalur tidak lagi aman dilalui sehingga seluruh perjalanan harus dihentikan sampai perbaikan selesai dilakukan.

Baca Juga: Sertifikat Pendidik dari PPG Calon Guru, Tiket Langsung ke PPPK Tanpa Ribet!

Keputusan itu diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru kereta.

Pembatalan dilakukan terhadap seluruh rangkaian KA Srilelawangsa yang melayani rute pulang-pergi antara Medan, Binjai, dan Kuala Bingai.

Dari jadwal pagi hingga malam, tidak satu pun perjalanan yang dapat beroperasi.

Penumpang yang telah memesan tiket diminta mengajukan pengembalian dana (refund) penuh melalui kanal resmi Railink.

Baca Juga: Peringatan Penting! PPG Guru Tertentu Tahap 5 Dibuka dan Peserta Harus Segera Konfirmasi

Pihak operator menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa tim prasarana sudah bekerja di lokasi untuk menstabilkan kembali tanah yang longsor serta memperkuat bantalan rel.

Namun perbaikan diperkirakan memerlukan waktu karena kondisi sekitar masih licin dan rentan pergerakan tanah akibat cuaca.

Di sisi lain, gangguan ini memperparah situasi transportasi di kawasan tersebut.

Baca Juga: 41 Perusahaan Bandel Tak Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Ribuan Pekerja Terancam Tanpa Perlindungan

Jalur arteri Medan–Binjai juga sempat terendam banjir, memaksa sebagian kendaraan dialihkan ke jalan tol.

Banyak warga mengeluhkan sulitnya mobilitas karena kereta menjadi pilihan favorit untuk menghindari kemacetan, terutama bagi pekerja dan mahasiswa.

Di media sosial, pengguna KA Srilelawangsa mengungkapkan kekecewaan karena pembatalan terjadi beruntun di musim hujan.

Baca Juga: Iuran BPJS Tak Naik hingga Pertengahan 2026, Pemerintah Suntik Dana Rp 20 Triliun

Mereka menilai perlu ada peningkatan pengawasan jalur serta penguatan drainase di sekitar rel yang kerap menjadi titik banjir saat curah hujan tinggi.

Ahli transportasi menilai insiden ini menjadi peringatan bahwa infrastruktur kereta api di Sumut memerlukan peningkatan standar mitigasi bencana.

Rel yang berada dekat permukiman dan aliran sungai rentan tergerus ketika terjadi banjir besar.

Pemerintah daerah dan operator dinilai perlu mempercepat revitalisasi jalur, terutama memasuki periode cuaca ekstrem.

Baca Juga: Iuran BPJS Ditahan, Mutu Layanan Terancam? Beban Klaim Melonjak dan Keluhan Meningkat

PT Railink meminta masyarakat terus memantau informasi terbaru terkait progres perbaikan.

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan perjalanan KA Srilelawangsa bisa kembali beroperasi normal.

Prioritas utama adalah memastikan rel benar-benar stabil agar tidak membahayakan perjalanan kereta di kemudian hari.***