POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan insiden di ruang lingkup Universitas Islam Bandung (Unisba), Jawa Barat.

Seperti diketahui, kampus swasta tersebut baru saja menjadi sasaran sejumlah petugas polisi yang melakukan serangan gas air mata.

Yang mana, akibat tembakan tersebut, sejumlah mahasiswa Unisba dikabarkan mengalami sesak napas.

Baca Juga: BKN Uji Ulang 2,6 Juta Jabatan ASN, Pastikan Aparatur Sesuai Kebutuhan Instansi

Alih-alih demikian, tudingan bahwa aparat dalang di balik serangan itu semua justru dibantah oleh Rektor Unisba, Harits Nu’man.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @namdoyan pada Selasa (2/9/2025).

Dalam unggahannya, Harits menuturkan bahwa beredarnya isu yang menyebutkan polisi melakukan serangan gas air mata tidak benar adanya.

Baca Juga: Tidak Lagi Lewat Kas Daerah! Pada Pencairan TPG Triwulan III Tahun 2025 Penyaluran Gunakan Mekanisme Baru!

“(Penembakan gas air mata) di depan kampus. Kalau penembakan itu terjadi di dalam kampus, berarti ada aparat yang masuk, kan,” jelasnya.

“Tadi sudah saya sampaikan, saya sudah jawab: Ada enggak aparat yang masuk atau pakaian sipil masuk ke area kampus?,” lanjutnya.

“Sepanjang penglihatan saya, ya melalui CCTV dan juga laporan di lapangan, tidak ada aparat yang masuk ke dalam kampus,” imbuhnya.

Baca Juga: TikTok Batasi Fitur Live Saat Demo Ricuh, UMKM Ikut Terdampak, Wamenkomdigi: Bukan Instruksi Pemerintah

“Dan tidak ada pakaian sipil, juga aparat yang menyamar atau intel masuk ke area kampus, itu sepanjang penembakan (gas air mata),” terang Rektor Unisba.

Tidak heran, dalam sekejap, tanggapan Harits dalam insiden mahasiswa diserang polisi sontak ramai disorot publik.

Bagaimana tidak, hal ini dikarenakan pernyataan Rektor Unisba tersebut bertolak belakangan dengan rekaman CCTV yang beredar.

Baca Juga: Maruti Suzuki eVitara Resmi Diproduksi, SUV Populer Mobil Listrik Jarak Tempuh hingga Tembus 500 km, Siap Ekspor ke 100 Negara, di Indonesia Kapan?

Yang mana, dalam rekaman tersebut tampak jelas sejumlah aparat melakukan serangan dengan menembakkan gas air mata ke dalam kampus.

“Ini mah rektornya minta disamperin mahasiswanya, mau turun sendiri atau kami turunin pak?,” cuit @derp@!#.

“Sedih banget rektornya sendiri gk bisa lindungi mahasiswa nya. Jgn kuliah disini dah,” ketik @Pava@#$.

Baca Juga: TPG Triwulan II 2025 Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi Kemendikdasmen untuk Guru Non ASN

“Bapak rektor agamanya apa??? kok ikut-ikutan bohong, malu pak sm malaikat kanan kiri,” cuitan akun @beau@#$. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov