POJOKSATU.id, Jakarta - Mitra Binaan PT Rekayasa Industri (Rekind) ikut turut serta dalam acara Kelana Wastra Fashion Fest (Kawfest) yang diselenggarakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/4/2024).
Kawfest merupakan acara baru yang diadakan tahun itu dan didukung oleh enam perusahaan BUMN, termasuk PT Pupuk Indonesia (Persero) yang merupakan induk dari Rekind.
"Rekind tetap berkomitmen memajukan bangsa melalui karya-karya rancang bangun baik di bidang industri modern maupun ketahanan energi. Namun demikian, selaku perusahaan milik negara, Rekind juga tidak pernah menanggalkan peran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungannya (TJSL) di masyarakat, termasuk dalam kegiatan maupun pembinaan UMKM. Kawfest 2024 maupun event-event pameran bergengsi lainnya merupakan ajang untuk lebih memperkenalkan produk berkualitas UMKM binaan Rekind," ujar Edy Sutrisman, SVP Corporate Secretary & Legal Rekind.
Di Event Kawfest 2024, Rekind sendiri berpartisipasi dengan mengikutsertakan salah satu mitra binaannya, Anita Yuliani, Produsen Sepatu Qukyta.
Sejumlah sepatu yang ditampilkan Anita, punya pesona tersendiri, sehingga menarik perhatian sejumlah pengunjung, terutama karena keunikan produk yang dikedepankannya.
Dalam event bergengsi ini, Anita menampilkan produk sepatu eksklusif berbahan dasar linen yang bermotif.
Sayangnya, bahan linen yang merupakan bahan baku utama sepatunya itu diimpor langsung dari Jepang. Namun, langkah ini ditempuh bukan tanpa alasan.
Menurut Anita, bahan linen lokal dari sisi harga sedikit lebih mahal. Rata-rata linen lokal hanya menggunakan warna dasar, tidak ada yang bermotif seperti dari Jepang.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Kota Bandung Tanam Cabai dan Bawang Serentak di Seluruh Kecamatan
Selain itu, ketika linen lokal ini dikombinasi dengan motif, ketika diprinting warnanya tidak secerah yang diharapkan.
“Makanya kami memilih linen Jepang. Motifnya juga terbatas, hanya ada satu untuk setiap produk. Sehingga kalau bahan linen ini kita aplikasikan ke sepatu konsumen produknya jadi lebih eksklusif,” terang Anita.
Linen terbuat dari serat alami yang diekstraksi dari tanaman linen (Linum usitatissimum). Linen kualitasnya tinggi, kekuatannya juga luar biasa dan mampu menyerap keringat dengan baik.
Bahan linen umumnya digunakan untuk pakaian seperti kemeja, blus, dan gaun, serta produk tekstil rumah tangga seperti sprei dan handuk.
Meskipun merawatnya memerlukan perhatian khusus, linen tetap menjadi pilihan yang populer karena daya tahan dan sifat alaminya yang unik, terutama menghasilkan kerutan.
Karena keunikannya ini, tidak sedikit konsumen yang tertarik dengan produk ini. Untuk best seller sepatu berbahan linen ini, berdasarkan pengakuan Anita adalah untuk model cizy slip on, yang dikhususkan untuk pria dan wanita.
Ada juga model boot, perpaduan linen dengan kulit, yang dikhususkan untuk pria. Sedangkan untuk kaum hawanya, boot ini dibungkus linen secara keseluruhan dengan tampilan menggunakan tali dan resleting.
“Dari pameran sebelumnya konsumen sangat tertarik dengan dua model sepatu tersebut,” ungkap Anita bangga.
Atas karya-karya terbaiknya yang dipamerkan tersebut, oleh penyelenggara Qukyta dinobatkan sebagai UMKM Terfavurite di Event Kawfest 2024, karena banyak pengunjung ke stand mereka.
Kelana Wastra Fashion Fest merupakan bagian dari Bazar UMKM untuk Indonesia yang diselenggarakan untuk mendukung pengembangan dan perluasan pasar UMKM di Indonesia.
Pada tahun 2024 Kementerian BUMN bekerjasama BUMN dan pihak-pihak terkait lainnya akan menyelenggarakan sebanyak 13 kali Bazar UMKM Untuk Indonesia di 8 kota Indonesia, di antaranya di Jakarta, Bandung, Medan, Bali, Balikpapan, Jayapura, Makassar, dan Labuan Bajo.***




