POJOKSATU.id – Nama Jeffrey Hendrik tiba-tiba menjadi sorotan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuknya sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama menggantikan Iman Rachman.

Penunjukan ini bukan sekadar pergantian biasa.

Publik menilai Jeffrey hadir dalam momen yang sangat genting, tepat saat IHSG bergejolak dan kepercayaan investor tengah diuji.

Baca Juga: Pemkab Sumbawa Pastikan Gaji PPPK BGN Dibebankan ke Pemerintah Pusat

Meski terlihat mendadak, Jeffrey sejatinya bukan wajah baru di dunia pasar modal.

Rekam jejaknya panjang, stabil, dan penuh pengalaman strategis.

Dikutip PojokSatu.id dari laporan media kredibel, Jeffrey telah malang-melintang di industri ini sejak awal 90-an.

Baca Juga: Dirut BEI Mundur Kini Akhirnya Ada Penggantinya! Jeffrey Hendrik Naik Jadi Pjs Dirut BEI di Momen Paling Kritis

Kariernya dimulai di PT Zone Pratama pada 1994, sebelum akhirnya bergeser ke PT Transpacific Securindo sebagai bagian dari tim corporate finance.

Namun fase yang paling menonjol dalam perjalanan panjangnya adalah ketika ia memimpin PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari 22 tahun (1999–2022).

Selama dua dekade lebih memegang jabatan Presiden Direktur, ia dikenal sebagai figur yang memahami perilaku pasar, dinamika investor, hingga ritme perdagangan efek secara mendalam.

Baca Juga: Pemkab Sumbawa Pastikan Gaji PPPK BGN Dibebankan ke Pemerintah Pusat

Posisi itu pula yang membuat namanya diperhitungkan di kalangan pelaku industri.

Peran Jeffrey tidak berhenti di situ. Ia aktif di berbagai organisasi dan komite strategis, termasuk Komite Perdagangan.

Serta Penyelesaian Transaksi Efek BEI, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), hingga Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK.

Semua posisi tersebut membuatnya memahami arah kebijakan pasar modal dari berbagai sisi regulator, pelaku, hingga pengawasan.

Ketika BEI mengangkatnya sebagai Direktur Pengembangan pada 2022, banyak pihak menilai keputusan itu selaras dengan rekam jejaknya membangun pertumbuhan investor domestik dan memperluas literasi pasar modal.

Baca Juga: Pemkab Sumbawa Pastikan Gaji PPPK BGN Dibebankan ke Pemerintah Pusat

Kini ketika situasi BEI sedang menegang, Jeffrey kembali dipanggil untuk memegang kemudi.

Penunjukan sebagai Pjs Dirut datang di saat indeks berfluktuasi dan isu sensitif terkait free float menjadi sorotan global.

Karena itu, hadirnya Jeffrey dianggap sebagai langkah untuk menenangkan pasar.

Baca Juga: Dirut BEI Mundur Kini Akhirnya Ada Penggantinya! Jeffrey Hendrik Naik Jadi Pjs Dirut BEI di Momen Paling Kritis

Dengan pengalaman hampir 30 tahun, ia dipandang mampu mengeksekusi strategi cepat sekaligus menghadapi tantangan internasional, termasuk agenda penting bersama MSCI.

Publik kini menunggu langkah pertama Jeffrey sebagai nakhoda sementara BEI sosok berpengalaman yang muncul justru ketika bursa sedang membutuhkan figur kuat.***